Pendahuluan: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diterapkan di lingkungan sekolah untuk mencegah risiko kecelakaan dan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada siswa, guru, serta staf. Sekolah memiliki berbagai potensi bahaya, seperti bahaya kimia, biologi, listrik, dan psikososial, yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah. Edukasi mengenai K3 menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa terhadap potensi bahaya di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja serta cara mengidentifikasi dan mengendalikan risiko yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Pengetahuan Siswa. Metode: Jenis penelitian ini adalah One Group Pre Test-Post Test dengan uji Wilcoxon yang dilaksanakan di SMA 1 Kubutambahan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel yaitu 30 orang. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi K3 yaitu 16,47 dan setelah diberikan edukasi K3, rata-rata nilai pengetahuan siswa mengalami peningkatan yaitu 18,83. Berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa hasil nilai sig (2-tailed) atau nilai r = 0,000. Simpulan: Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara nilai penegtahuan sebelum diberikan edukasi K3 dan setelah diberikan edukasi K3. Maka ada pengaruh Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Pengetahuan Siswa
Copyrights © 2025