Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGALAMAN KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN POLA DIET STROKE LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERIRIT BULELENG BALI Ida Bagus Putu Rai Suryawan; I Gede Putu Darma Suyasa; I Kadek Nuryanto; Sarah K Wulandari; Agus Ari Pratama
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 2 No. 1 (2023): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.794 KB)

Abstract

Perawatan pasca stroke, merupakan tantangan tersendiri dari keluarga. Sebab, pada fase pasca stroke, penderita banyak yang mengalami perubahan dari segi fisik, psikis dan rutin dalam pengobatan agar tidak terhentinya terapi pengobatan pada penderita stroke. Upaya rehabilitatif tersebut merupakan pencegahan disabilitas atau serangan ulang. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam melaksanakan pola diet stroke lansia di wilayah kerja Puskesmas Seririt. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada empat pengalaman keluarga dalam melaksanakan pola diet stroke lansia yaitu namely family support for elderly stroke diets, malnutrisi post-stroke, makanan sehat dan kebutuhan informasi gizi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA DI KOMUNITAS TENTANG RESIKO PERSALINAN PADA IBU BERUSIA KURANG DARI 20 TAHUN DI DESA SILANGJANA Agus Ari Pratama; Ketut Eka Larasati Wardana; Luh Yenny Armayanti; Kadek Agustina Puspa Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.8

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dengan usia kurang dari 20 tahun menjadi masalah penting karena termasuk golongan risiko tinggi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi maternal selama kehamilan dan persalinan, juga pada perinatal. Dari studi pendahuluan diperoleh angka kejadian ibu bersalin berusia kurang dari 20 tahun di RSUD Kabupaten Buleleng tahun 2022 sebesar 7,3%. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan pada remaja tentang persalinan pada ibu berusia kurang dari 20 tahun di Desa Silangjana. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilakukan di Desa Silangjana. Metode: Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang remaja dimana mereka diberikan edukasi/penyuluhan terkait hal tersebut. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, responden diminta untuk mengisi pretest dan posttest yang terdiri dari 25 pertanyaan yang berkaitan dengan resiko persalinan pada usia kurang dari 20 tahun. HasilHasil analisis pengetahuan remaja sebelum diberikan penyuluhan/edukasi adalah 50,40±11,3. Setelah diberikan penyuluhan, rerata pengetahuan remaja menjadi 76,00±10,1. Simpulan: Bahwa terjadi peningkatan pemahaman remaja yang signifikan mengenai pentingnya mengetahui resiko persalinan pada usia kurang dari 20 tahun.
PELATIHAN PIJAT BAYI UNTUK MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG SI KECIL Kadek Agustina Puspa Ningrum; Ketut Eka Larasati Wardana; Agus Ari Pratama; Indrie Lutfiana; Putu Monna Frisca Widiastini; Desak Ketut Sugiartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.28

Abstract

Pendahuluan: Pertumbuhan bayi dan anak merupakan bagian penting dari pengawasan kesehatan anak. Berat badan bayi yang baru lahir saat lahir adalah penting penanda kesehatan ibu dan janin dan nutrisi. Mereka yang bertahan lebih mungkin menderita dari pertumbuhan terhambat dan IQ yang lebih rendah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk dapat memberdayakan orang tua dalam pelaksanaan dan keikutsertaan pemantauaan pertumbuhan bayi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di ruang SBCC Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Responden dalam pengabdian ini sebanyak 10 orang. Hasil pengabdian dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan Berat Badan Bayi sesudah dilakukannya pijat bayi pada bayi 3-12 bulan. Pemantauan pertumbuhan bayi sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan Kesehatan anak, dan diharapkan adanya tindak lanjut yang dilakukan oleh dosen STIKes Buleleng dengan temuan gangguan pertumbuhan pada bayi. Pengabdian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi STIKes Buleleng bahwa ada hasil “evidence based” tentang salah satu intervensi kebidanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan berat badan bayi melalui pemberian teknik pemijatan, sehingga menjadi pedoman dalam memberikan asuhan pada bayi secara profesional, memberikan pendidikan kesehatan pada ibu bayi untuk perawatan kesehatan bayi dan mencegah masalah-masalah Kesehatan bayi lainnya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui teknik pijat bayi
EDUKASI DALAM RAYA UPAYA PENURUNAN STIGMA TERHADAP PENDERITA HIV/AIDS DI DESA AMBENGAN Luh Yenny Armayanti; Agus Ari Pratama; Karlina Sumiari Tangkas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.29

Abstract

Stigma masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS sampai saat ini berpengaruh besar terhadap kualitas hidup penderita HIV yang berdampak juga terhadap akses ke pelayanan kesehatan dan keteraturan minum obat. Pengetahuan yang kurang mengenai HIV/AIDS dapat menyebabkan seseorang memberikan stigma negative kepada penderita HIV/AIDS. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk dapat memberikan edukasi tentang HIV/AID yang diharapkan dapat menurunkan stigma. Jumlah sasaran mitra yaitu 35 orang masyarakat perempuan dan laki-laki. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan kuesioner yang meliputi identitas dan pertanyaan seputar pengetahuan dan stigma. Bahan yang disiapkan adalah LCD, proyektor, materi yang disampaikan secara bergantian oleh dosen pelakasana. Metode yang dilaksanakan dimulai dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian ini tampak bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan stigma sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi dinilai dari pengetahuan sebelum dengan rata-rata 60,21 dan pengetahuan sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi 80,46. Sedangkan rerata skor stigma juga mengalami peningkatan dari 56,72 menjadi 82,31. Simpulannya bahwa edukasi efektif dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan stigma negative terhadap penderita HIV/AIDS
PELAKSANAAN SOSIALISASI: SIMULASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR BAGI MASYARAKAT AWAM KEPADA JEMAAT DI GEREJA PNIEL SINGARAJA BALI Made Martini; Mochamad Heri; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.52

Abstract

Pada kasus kegawatdaruratan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas maka aliran darah yang banyak mengandung zat makanan dan oksigen ke dalam organ akan terhenti, sehingga organ vital dengan cepat mengalami kerusakan. Keadaan yang dapat mengancam jiwa yakni henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas, tenggelam, kecelakaan. Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap sikap, pengetahuan dan kebiasaan yang ada hubunganya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Semua ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang yang akan meningkatkan atau memelihara suatu kesehatan. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan yakni dengan simulasi. Metode simulasi merupakan suatu bentuk dari metode pemberian yang diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan oleh kelompok atau masyarakat. Belajar mempunyai tujuan untuk menjadikan pengetahuan menjadi lebih baik dan dapat merubah sikap menjadi poitif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 30 jumlah peserta, terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 65,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 85,5 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan.
PENDIDIKAN KESEHATAN PENURUNAN DAMPAK PSIKOLOGIS SAAT KEMOTERAPI PADA PASIEN CA MAMAE DENGAN TERAPI GAYATRI MANTRAM DAN RINDIK BALI Agus Ari Pratama; Ketut Eka Larasati Wardana; Luh Yenny Armayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.56

Abstract

Kanker payudara menjadi suatu sebab kematian utama pada wanita dan merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara, terlebih sebanyak 8,2 juta orang wanita meninggal. Data menunjukkan bahwa di Indonesia kanker payudara menempati angka kematian sejumlah 1,41% dari semua kematian yang terjadi. Tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena umumnya kanker tersebut ditemukan distadium lanjut yang sudah terjadi metastase dan sedang menjalankan tindakan kemoterapi. Kemoterapi pada penderita kanker payudara dapat menimbulkan dampak psikologis. Intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan dampak negatif psikologis pasien ca mame yang sedang menjalani terapi kemoterapi yaitu dengan pemberian terapi gayatri mantram dan rindik bali. Penatalaksanaan pada kanker payudara bisa diimplementasikan dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologi, dan laboratorium. Pengobatan dan terapi pada penderita kanker payudara akan menimbulkan dampak positif maupun negatif. Masalah jangka panjang mempengaruhi dampak psikologis penderita kanker. Usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, jenis terapi, stadium, dan dukungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi mutu hidup pasien kanker payudara. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point, diskusi dengan para pasien tentang Penurunan Dampak Psikologis Saat Kemoterapi Pada Pasien Ca Mamae Dengan Terapi Gayatri Mantram dan Rindik Bali. Adapun yang menjadi peserta adalah pasien Ca Mamae yang berjumlah 34 orang. Penyuluhan ini dilaksanakan secara mandiri dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh pelaksana.
PENGARUH LATIHAN ROM DENGAN BOLA KARET TERHADAP KEKUATAN OTOT GENGGAM PASIEN STROKE NON HEMORAGIK: Putu Indah Sintya Dewi; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Agus Ari Pratama
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.481

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diterapkan di lingkungan sekolah untuk mencegah risiko kecelakaan dan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada siswa, guru, serta staf. Sekolah memiliki berbagai potensi bahaya, seperti bahaya kimia, biologi, listrik, dan psikososial, yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah. Edukasi mengenai K3 menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa terhadap potensi bahaya di lingkungan sekolah.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap prinsip-prinsip keselamatan kerja serta cara mengidentifikasi dan mengendalikan risiko yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Pengetahuan Siswa. Metode: Jenis penelitian ini adalah One Group Pre Test-Post Test dengan uji Wilcoxon yang dilaksanakan di SMA  1 Kubutambahan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel yaitu 30 orang.  Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi K3 yaitu 16,47 dan setelah diberikan edukasi K3, rata-rata nilai pengetahuan siswa mengalami peningkatan yaitu 18,83. Berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa hasil nilai sig (2-tailed) atau nilai r = 0,000. Simpulan: Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara nilai penegtahuan sebelum diberikan edukasi K3 dan setelah diberikan edukasi K3. Maka ada pengaruh Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Pengetahuan Siswa
NURSING CARE OF PURSED LIPS BREATHING THERAPY FOR AIRWAYS CLEARANCE IS NOT EFFECTIVE IN PNEUMONIA PATIENTS IN THE ICU OF SANJIWANI GIANYAR HOSPITAL: ASUHAN KEPERAWATAN TERAPI PURSED LIPS BREATHING TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUANG ICU RSU SANJIWANI GIANYAR Komang Tifanny Resdyanningsih; Agus Ari Pratama
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.494

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menimbulkan peradangan pada paru yang menimbulkan gangguan fungsi pada paru, pada akhirnya bisa berpengaruh terhadap angka kesakitan dan kematian. Pneumonia yaitu hasil infeksi oleh berbagai jenis mikroorganisme, khususnya virus, bakteri, dan jamur. Adapun terapi yang akan diberikan terhadap pasien Pneumonia, yaitu terapi Pursed Lips Breathing, adalah teknik pernapasan yang memiliki tujuan memudahkan kegiatan pengeluaran udara yang terjebak dalam saluran napas. Metode: studi ini menggunakan desain studi deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasikan permasalahan terkait asuhan keperawatan terapi Pursed Lips Breathing. Dalam penelitian ini menggunakan dua pasien Pneumonia sebagai responden penelitian. Hasil: : tindakan Pursed Lips Breathing yang diberikan kepada pasien setelah dievaluasi didapatkan kedua pasien merasa senang dan mampu utnuk melatih nafas dalam. Simpulan: hasil evaluasi yang telah dilakukan mengungkapkan bahwa ada semua masalah bersihan jalan nafas tidak efektif selama tiga hari intervensi.
NURSING CARE OF LAVENDER AROMATHERAPY ON SLEEP QUALITY IN KIDNEY FAILURE PATIENTS IN THE HEMODIALYSIS ROOM OF SANJIWANI GIANYAR REGIONAL HOSPITAL: ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RUANG HEMODIALISA RSUD SANJIWANI GIANYAR Linda Fitri; Agus Ari Pratama
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.495

Abstract

Introduction: Kidney failure is a condition where kidney function suddenly stops, which is caused by the inability of the kidneys to filter waste products from the body's metabolism by itself. Therefore, assistance with equipment is needed to restore kidney function to normal, thus requiring kidney replacement therapy, one of which is dialysis therapy. Objective: To explain nursing care regarding the main problem of sleep quality in kidney failure patients with the intervention of providing lavender aromatherapy. Method: This research uses a descriptive research design in the form of a case study that identifies a nursing care problem for kidney failure patients. Results: The lavender aromatherapy treatment given to the patient after evaluation found that the patient was able to improve the quality of his sleep. Conclusion: From the evaluation results, all sleep difficulties experienced by kidney failure patients improved sleep quality after being given lavender aromatherapy intervention.
EFFECTS OF MUSIC THERAPY ON MAJOR DEPRESSIVE PATIENTS WITH PSYSHOSIS: A LITERATURE REVIEW : EFEK TERAPI MUSIK PADA PASIEN MAJOR DEPRESSIVE DENGAN PSYSHOSIS: A LITERATUR REVIEW Minnatun Khasha; Agus Ari Pratama
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.496

Abstract

Introduction: Mental disorders are a person's behavioral disorders that can disrupt themselves and even the environment in which they live, so they must be cured in order to return to normal. For this reason, something new is needed with a new method for handling it. Music therapy is one method of treating patients suffering from severe depression. Although there is still little research on the effects of music therapy on patients with mental disorders, several studies show that the results of the effects of music therapy are quite promising. This study aims to analyze articles about the effects of music therapy on severely depressed patients with psychosis and various symptoms, especially in Indonesia. Method: Using analysis of several articles related to the title through search databases such as: PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect then filtered based on the keywords, "music therapy AND major depressive disorder AND psychosis". Results: From the PubMed database, 5 articles were found, Google Scholar found 27,500 articles, and ScienceDirect found 715 articles. Of the entire database, only 7 met the inclusion criteria by filtering the diversity of topics, titles, abstracts, research methods, discussions and conclusions . Conclusion: The results of the article review show that the effect of music therapy on major depressive patients with psychosis can improve brain function, reduce symptoms of psychosis and levels of depression and improve mood