Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi keragaman budaya dan kearifan lokal pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) seringkali dipicu oleh minimnya media yang variatif. Masalah ini secara nyata ditemukan pada peserta didik kelas IV di UPT SD Negeri Gedongombo 1, Kabupaten Tuban, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional dan metode ceramah sehingga siswa kurang terlibat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kevalidan media pembelajaran inovatif berupa Pop-Up Book berbasis kearifan lokal pada materi keragaman budaya. Penelitian ini mengaplikasikan metode Research and Development (R&D) yang melalui enam tahapan utama: analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan, validasi ahli, revisi, dan penyempurnaan produk. Pengumpulan data melibatkan instrumen angket skala Likert yang dinilai oleh tiga pakar, yakni ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase serta deskriptif kualitatif berdasarkan masukan tertulis dari para validator. Hasil validasi membuktikan bahwa produk ini sangat layak, dengan perolehan skor 92% dari ahli materi (sangat valid), 86% dari ahli media (sangat valid), dan 80% dari ahli bahasa (valid). Rata-rata keseluruhan skor validasi mencapai 86%, yang masuk dalam kategori sangat valid. Temuan ini menegaskan bahwa media Pop-Up Book berbasis kearifan lokal telah memenuhi standar kelayakan dari aspek isi, desain media, dan kebahasaan. Dengan demikian, media ini terbukti sangat layak dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran IPAS kelas IV yang lebih interaktif, sekaligus memperkuat pemahaman, apresiasi, dan kesadaran peserta didik dalam melestarikan budaya daerah.
Copyrights © 2026