Pemanfaatan sekam pada sektor penggilingan padi masih terbatas sehingga mengurangi nilai ekonomi material dan menghambat penerapan ekonomi sirkular. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan pelaku usaha penggilingan padi melalui pemanfaatan sekam menjadi pelet biomassa berbasis ekonomi sirkular. Studi menggunakan desain intervensi satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan pada enam peserta yang terdiri atas satu pengelola dan lima pekerja industri penggilingan padi di Kabupaten Malang. Intervensi mencakup edukasi ekonomi sirkular, pelatihan produksi, keselamatan kerja, penerapan teknologi, manajemen produksi, dan pendampingan. Efektivitas program dievaluasi berdasarkan lima variabel, yaitu pengetahuan ekonomi sirkular, keterampilan produksi pelet, keselamatan kerja, manajemen produksi, dan kesiapan keberlanjutan, menggunakan skala Likert lima tingkat. Perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Berdasarkan evaluasi, skor komposit meningkat dari 2,18 menjadi 4,22 dengan p = 0,024 dan ukuran efek 0,92. Keterampilan produksi pelet meningkat sebesar 112,5%, sedangkan pengetahuan ekonomi sirkular meningkat sebesar 90,7%. Tingkat pemanfaatan sekam meningkat dari 30,0% menjadi 52,2%, dengan produksi pelet mencapai sekitar 85 kilogram per hari. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan mampu meningkatkan kapasitas peserta sekaligus memperkuat pemanfaatan sekam melalui integrasi kompetensi manusia, teknologi, standardisasi proses, dan manajemen produksi. Studi menghasilkan Kerangka Integrasi Pemberdayaan dan Produksi Sirkular yang menghubungkan kesadaran sumber daya, kompetensi teknis, standardisasi proses, valorizasi limbah, dan kesiapan keberlanjutan. Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat menjadi mekanisme penghubung antara peningkatan kapasitas pelaku usaha dan penerapan ekonomi sirkular pada industri penggilingan padi.
Copyrights © 2026