Tanaman sagu (Metroxylon) adalah sejenis palem yang tumbuh di daerah tropis. Dari pengolahan sagu menghasilakan limbah ampas sagu yang tidak digunakan lagi. Seiring meningkatnya perkembangan industri tepung sagu akan berdampak meningkatnya limbah ampas sagu yang berpotensi kerusakan pada lingkungan. penambahan abu ampas sagu yang berlokasi darerah luwu sebagai bahan pengisi (filler) pada penggunaan material kontrusksi jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dampak penggunaan abu ampas sagu sebagai filler pengganti campuran aspal AC-WC. Jenis penelitian yang digunakan adalah laboratory Research (penelitian laboratorium), dimana menggunakan metode kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jalan dan Aspal Universitas Muhammadiyah Parepare menggunakan sampel sebanyak 15 buah briket. Untuk hasil penambahan filler ampas sagu variasi 1,5% sebesar 1631,25 kg, variasi 2,5% sebesar 1615,80 kg, variasi 3,5% sebesar 1768,06 kg, dan 3,5% sebesar 1740,10 kg, dari semua variasi filler ampas sagu semua masuk spesifikasi bina marga 2018 dan nilai flow tertinggi pada kadar filler 0,0% dengan nilai 3,2 dan terendah pada kadar filler 4,5% dengan nilai 6,33. Sedangkan untuk hasil penggunaan abu ampas sagu terhadap ketahanan deformasi rutting dan stabilitas campuran pada kadar optimal 1,5%, filler abu ampas sagu menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai stabilitas 1631,25 kg dan flow 3,90 mm.
Copyrights © 2025