p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Hamka
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS SAGU SEBAGAI FILLER PENGGANTI CAMPURAN ASPAL ASPHALT CONCRET WEARING CROUSE (AC-WC) A. Yogi Yengki; Hamka; Muhammad Jabir Muhammadiah; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3sytew11

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon) adalah sejenis palem yang tumbuh di daerah tropis. Dari pengolahan sagu menghasilakan limbah ampas sagu yang tidak digunakan lagi. Seiring meningkatnya perkembangan industri tepung sagu akan berdampak meningkatnya limbah ampas sagu yang berpotensi kerusakan pada lingkungan. penambahan abu ampas sagu yang berlokasi darerah luwu sebagai bahan pengisi (filler) pada penggunaan material kontrusksi jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dampak penggunaan abu ampas sagu sebagai filler pengganti campuran aspal AC-WC. Jenis penelitian yang digunakan adalah laboratory Research (penelitian laboratorium), dimana menggunakan metode kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jalan dan Aspal Universitas Muhammadiyah Parepare menggunakan sampel sebanyak 15 buah briket. Untuk hasil penambahan filler ampas sagu variasi 1,5% sebesar 1631,25 kg, variasi 2,5% sebesar 1615,80 kg, variasi 3,5% sebesar 1768,06 kg, dan 3,5% sebesar 1740,10 kg, dari semua variasi filler ampas sagu semua masuk spesifikasi bina marga 2018 dan nilai flow tertinggi pada kadar filler 0,0% dengan nilai 3,2 dan terendah pada kadar filler 4,5% dengan nilai 6,33. Sedangkan untuk hasil penggunaan abu ampas sagu terhadap ketahanan deformasi rutting dan stabilitas campuran pada kadar optimal 1,5%, filler abu ampas sagu menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai stabilitas 1631,25 kg dan flow 3,90 mm.
ANALISIS EFISIENSI DISTRIBUSI LOGISTIK MENGGUNAKAN MODA TRANSPORTASI DI KOTA PAREPARE Inke; Hamka; Imam Fadly
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/6qvr0394

Abstract

Distribusi merupakan salah satu elemen penting dalam sistem logistik yang berperan strategis dalam menjaga kelancaran rantai pasok serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi distribusi logistik melalui penerapan moda transportasi di Kota Parepare. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik biner melalui aplikasi SPSS, didukung oleh data primer dari survei dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis transportasi paling dominan adalah truk 2 as (90%), dengan mayoritas responden berusia 31–40 tahun (70%) dan berpendidikan SMA (52%). Komoditas utama yang didistribusikan adalah hasil industri (45%) dan hasil pertanian (36%). Uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa variabel kondisi jalan, jenis transportasi, dan tempat pemberhentian berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik (p < 0,05).
PENGARUH ABU BATU SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL AC-WC TERHADAP KEKUATAN DAN STABILITAS Arrahman RA; Hamka; Misbahuddin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/fk4faf22

Abstract

Abu batu merupakan limbah hasil pemrosesan batu yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (filler) dalam konstruksi perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan abu batu sebagai filler pada campuran aspal AC-WC terhadap karakteristik kekuatan dan stabilitas campuran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan variasi kadar abu batu sebesar 0%, 5%, dan 10%, serta kadar aspal 5%, 5,5%, dan 6%. Setiap variasi diuji menggunakan uji Marshall untuk mengukur parameter stabilitas, flow, dan voids in mineral aggregate (VMA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu batu secara umum meningkatkan nilai stabilitas dan flow campuran aspal. Nilai stabilitas tertinggi diperoleh pada campuran dengan 10% abu batu dan kadar aspal 5,5%, yaitu sebesar 1903,47 kg, yang memenuhi spesifikasi minimum Bina Marga. Demikian pula, nilai VMA dan flow yang dihasilkan juga berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa abu batu layak digunakan sebagai filler alternatif dalam campuran aspal AC-WC, dengan komposisi optimal sebesar 10% abu batu dan 5,5% kadar aspal. Temuan ini mendukung penggunaan material lokal yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dalam pembangunan infrastruktur jalan.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN TAMBAH SAMPAH PLASTIK PVC DAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF SUPERPLASTICIZER Hamka; Imam Fadly; Ilyas
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/6ajfg743

Abstract

PVC (Polyvinyl Chloride) merupakan limbah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu solusi pemanfaatannya adalah sebagai bahan tambah dalam beton. Namun, penambahan PVC dapat menurunkan workability dan kuat tekan, sehingga perlu dikombinasikan dengan superplasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi sampah plastik PVC dan penambahan superplasticizer terhadap kuat tekan beton, serta menentukan persentase campuran optimal yang menghasilkan kuat tekan maksimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sampah plastik PVC dengan superplasticizer 2% dapat meningkatkan kuat tekan beton. Peningkatan paling tinggi terjadi pada campuran PVC 5%, yang mencapai kuat tekan sebesar 32,55 MPa pada umur 28 hari, lebih tinggi dibandingkan beton normal sebesar 26,23 Mpa. Pada campuran PVC 10% dan 15%, kuat tekan justru menurun meskipun masih lebih baik dari beton normal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan PVC secara berlebihan dapat menurunkan kekuatan beton. Oleh karena itu, komposisi paling optimal untuk menghasilkan kuat tekan maksimal adalah campuran PVC 5% dengan superplasticizer 2%.