p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Hamsyah
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS SAGU SEBAGAI FILLER PENGGANTI CAMPURAN ASPAL ASPHALT CONCRET WEARING CROUSE (AC-WC) A. Yogi Yengki; Hamka; Muhammad Jabir Muhammadiah; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3sytew11

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon) adalah sejenis palem yang tumbuh di daerah tropis. Dari pengolahan sagu menghasilakan limbah ampas sagu yang tidak digunakan lagi. Seiring meningkatnya perkembangan industri tepung sagu akan berdampak meningkatnya limbah ampas sagu yang berpotensi kerusakan pada lingkungan. penambahan abu ampas sagu yang berlokasi darerah luwu sebagai bahan pengisi (filler) pada penggunaan material kontrusksi jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dampak penggunaan abu ampas sagu sebagai filler pengganti campuran aspal AC-WC. Jenis penelitian yang digunakan adalah laboratory Research (penelitian laboratorium), dimana menggunakan metode kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jalan dan Aspal Universitas Muhammadiyah Parepare menggunakan sampel sebanyak 15 buah briket. Untuk hasil penambahan filler ampas sagu variasi 1,5% sebesar 1631,25 kg, variasi 2,5% sebesar 1615,80 kg, variasi 3,5% sebesar 1768,06 kg, dan 3,5% sebesar 1740,10 kg, dari semua variasi filler ampas sagu semua masuk spesifikasi bina marga 2018 dan nilai flow tertinggi pada kadar filler 0,0% dengan nilai 3,2 dan terendah pada kadar filler 4,5% dengan nilai 6,33. Sedangkan untuk hasil penggunaan abu ampas sagu terhadap ketahanan deformasi rutting dan stabilitas campuran pada kadar optimal 1,5%, filler abu ampas sagu menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai stabilitas 1631,25 kg dan flow 3,90 mm.
KOMBINASI LIMBAH BETON DAN SUPERPLASTICIZER DALAM OPTIMALISASI SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI Ardita Febriana; Rahmawati; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ytcwfd69

Abstract

Superplasticizer Besmitell merupakan bahan yang dapat meningkatkan mutu beton dengan pengurangan pemakaian air sehingga faktor air semen menjadi lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh subtitusi limbah beton terhadap kuat tekan dan tarik belah beton akibat variasi dari penambahan superplasticizer besmittell. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksperimen kuat tekan dan kuat tarik belah beton terhadap beton normal variasi subtitusi limbah beton yaitu, 25%, 50%, dan 75%, maka didapatkan hasil eksperimen kuat tekan beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 22,640 Mpa mengalami kenaikan pada variasi 25% dengan rata-rata 18,110 Mpa, dan mengalami penurunan pada variasi 25%, dengan rata-rata 4,53Mpa,. Untuk variasi 50% limbah beton dengan rata rata 16,22 MPa. Serta untuk variasi 75 % limbah beton dengan rata rata 15,470 MPa .Sedangkan kuat tekan beton normal sebesar 25,38 MPa, BLB0 sebesar 21,89 MPa, BLB400 sebesar 25,10 MPa, dan BLB600 sebesar 20,76 MPa. Sedangkan kuat tarik belah beton normal sebesar 10,44 MPa, BLB0 sebesar 10 MPa, BLB400 sebesar 5,11 MPa dan BLB600 sebesar 4,22 MPa7,778 Mpa, 7,111 Mpa, 6,556 Mpa dan 5,889 Mpa. Menunjukkan bahwa subtitusi agregat kasar dengan menggunakan limbah beton pada penggunaan superplasticizer 400 ml lebih optimal digunakan dibandingkan penggunaan superplasticizer 600 ml dalam meningkatkan kualitas beton dengan tambahan 25% limbah beton.  
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN MODACON ADITIF BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Awaluddin; Andi Sulfanita; Hamsyah; Hendro Widarto; Jasman
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/k63rvt13

Abstract

Studi ini melihat bagaimana penambahan variasi abu sekam padi pada campuran beton dan Modacon memengaruhi kekuatan tekan beton. Meskipun beton masih banyak digunakan dalam konstruksi, permintaan akan beton yang ramah lingkungan semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana abu sekam padi dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja beton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukan pengujian kuat tekan beton normal dan variasi campuran selama 28 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal adalah 25,195 MPa dengan penambahan varian 0,5%, 1,5%, dan 2,5% abu sekam padi. Sementara itu, kuat tekan beton dengan penambahan 0,5%, 1,5%, dan 2,5% abu sekam padi menurun. Penelitian ini menawarkan perspektif baru tentang bahan bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PENAMBAHAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI SUBTITUSI PASIR DAN FLY ASH SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN PADA CAMPURAN BETON Aslam A.W; A. Sulfanita; Hendro; Hakzah; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hnbg2h06

Abstract

Penggunaan limbah bottom ash sebagai substitusi pasir dan fly ash sebagai substitusi semen pada campuran beton merupakan bagian dari pengembangan teknologi bahan dalam konstruksi beton.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah bottom ash sebagai substitusi pasir dan fly ash sebagai substitusi semen dan kelayakan kuat tekan beton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Variasi substitusi limbah FABA yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi FABA berpengaruh terhadap kuat tekan beton, dimana pada umur 7 hari meningkat dari 12,55 MPa (beton normal) menjadi 21,23 MPa (FABA 5%) dan 21,89 MPa (FABA 10%). Pada umur 14 hari mencapai 29,63 MPa dan 29,54 MPa dibanding beton normal 22,84 MPa, dan pada umur 28 hari mencapai nilai optimal sekitar 33 MPa untuk FABA 5% dan 10%, jauh melampaui beton normal yang hanya mencapai 25,76 MPa. Namun, substitusi 15% memberikan dampak negatif dengan kuat tekan hanya mencapai 27,74 MPa pada umur 28 hari.
ANALISA STRUKTUR RANGKA BAJA JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) RUJAB WALIKOTA PAREPARE MENGGUNAKAN ETABS Hardiansyah; Hakzah; Abdul Muis B; Hendro Widarto; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/pjngej57

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) adalah infrastruktur penting yang dirancang untuk memfasilitasi pejalan kaki menyeberangi jalan raya dengan aman. Pada perkotaan modern, JPO menjadi semakin penting karena volume lalu lintas yang meningkat dan kebutuhan untuk memastikan keselamatan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. Dalam merancang JPO perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kekuatan struktural, estetika, dan kenyamanan pengguna. ETABS telah menjadi salah satu perangkat lunak analisa struktur yang paling popular yang sangat efektif dan serbaguna yang memungkinkan insinyur dan perancang untuk memodelkan struktur kompleks dalam lingkungan 3D dan melakukan berbagai jenis analisis struktural. Dengan ETABS, insinyur dapat menghitung respon struktur terhadap berbagai jenis beban, menganalisis elemen struktur dan mengevaluasi kinerja struktur bangunan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon struktur terhadap kombinasi pembebanan JPO dan memastikan gaya dalam yang terjadi pada JPO sesuai ketentuan RSNI T-03-2005. Berdasarkan hasil analisis struktur JPO Rujab Wali Kota Parepare menggunakan ETABS v.18.0.2, diperoleh gaya dalam maksimum berupa Gaya Tekan aksial (Pc) sebesar -66,0091 MPa dan Gaya Tarik aksia (Ps) sebesar +29,3672 MPa. Kedua gaya dalam ini terjadi pada elemen struktur girder memanjang balok H-Beam 200x200 dengan kapasitas Kuat Tekan aksial sebesar 153,1152 kN = 150 MPa. Rasio gaya dalam terhadap kapasitas penampang batang sebesar 0,44 atau 44%.
ANALISIS TINGKAT KECELAKAAN MENGGUNAKAN METODE ACCIDENT RATE DAN EQUIVALENT ACCIDENT NUMBER (EAN) DI KAB. PINRANG Sunnia; Hamsyah; Andriyani
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3fya9243

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan serius yang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecelakaan dan mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan (blacksite dan blackspot) pada ruas Jalan Poros Pinrang–Parepare sepanjang 7,5 km, dengan menggunakan metode Accident Rate dan Equivalent Accident Number (EAN). Data yang digunakan merupakan data sekunder kecelakaan lalu lintas dari Polres Pinrang tahun 2020–2023 dan data primer melalui survei lalu lintas harian rata-rata (LHR). Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen jalan km 6 memiliki nilai accident rate tertinggi (rata-rata 10.394,9) dan nilai EAN tertinggi (123 pada tahun 2020 dan 108 pada tahun 2021), melampaui batas kontrol atas (BKA) dan upper control limit (UCL). Hal ini mengindikasikan bahwa segmen tersebut merupakan titik blacksite sekaligus blackspot yang paling rawan kecelakaan di lokasi penelitian. Faktor dominan penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi, kondisi geometrik jalan, dan kondisi kendaraan. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan keselamatan lalu lintas melalui perbaikan infrastruktur dan penegakan disiplin berkendara pada ruas jalan rawan kecelakaan.
ANALISIS KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS SUNGAI LANRAE KABUPATEN BARRU Adi Indra Nuradin; Rahmawati; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/50881p72

Abstract

Pasir sungai Lanrae yang berlokasi di kecamatan mallusetasi, Kabupaten Barru mempunyai deposit material cukup meliMPah, masyarakat seteMPat seringkali memilih menggunakan material agregat pasir sungai tersebut untuk perencanaan rumah tinggal karena dapat digunakan sebagai salah satu bahan campuran beton dan akses menuju lokasi mudah dijangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agregat halus sungai Lanrae dan untuk mengetahui pengaruh pemakaian agregat halus sungai Lanrae terhadap kuat tekan dantarik belah beton. Metode peneltian ini  menggunakan  metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium struktur dan bahan selama   Mei - Juli 2025. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasir sungai Lanrae telah memenuhi spesifikasi untuk dijadikan bahan pengganti agregat pasir sungai pada campuran beton. Sedangkan hasil penelitian kuat tekan beton beton normal umur 7 hari dengan rata-rata 16,99 MPa, beton pengujian 14 hari 19,63 MPa dan pengujian 28 hari dengan rata-rata 25,10 MPa. Pada variasi 50% pasir sungai Lanrae umur 7 hari dengan rata-rata 15,57 MPa, beton pengujian umur 14 hari 18,12 MPa dan pengujian 28 hari dengan rata-rata 23,59 MPa. Pada variasi 100% pasir sungai Lanrae umur 7 hari dengan rata-rata 14,53 MPa. Beton pengujian umur 14 hari 17,55 MPa dan pada pengujian 28 hari dengan rata- rata 22,12 MPa. Berdasarkan hasil penelitian kuat tarik belah mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya presentasi variasi agregat pasir sungai Lanrae pada pengujian benton normal umur 28 hari 6,444 MPa, pada pengujian 50% pasir sungai Lanrae dengan rata-rata 6,222 MPa dan adapun pengujian pada 100% pasir sungai Lanrae dengan rata-rata 5,778 MPa.