Sungai Mata Allo yang berada di Kecamatan Enrekang merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber material berupa agregat yang cukup melimpah. Meskipun belum dapat dipastikan sebagai bahan konstruksi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia dan memenuhi mutu beton yang baik pada pembangunan konstruksi daerah setempat agregat Sungai Mata Allo telah digunakan masyarakat setempat sebagai bahan pembangunan konstruksi berskala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pennggunaan pasir sungai Mata Allo terhadap kuat tekan dan tarik belah. Metode peneltian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium struktur dan bahan selama September-November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Sungai Mata Allo memenuhi spesifikasi sebagai pengganti agregat pasir dalam beton. Kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, dan 28 hari masing-masing adalah 19,34 MPa (7 hari), 20,95 MPa (14 hari), dan 27,74 MPa (28 hari). Beton dengan pasir Sungai Mata Allo memiliki kuat tekan 17,36 MPa (7 hari), 20,19 MPa (14 hari), dan 25,10 MPa (28 hari). Sedangkan beton dengan kerikil Sungai Mata Allo menunjukkan kuat tekan 17,08 MPa (7 hari), 19,25 MPa (14 hari), dan 24,53 MPa (28 hari). Untuk kuat tarik belah, terjadi penurunan dari beton normal (6,444 MPa) menjadi 4,222 MPa (pasir Mata Allo) dan 3,778 MPa (kerikil Mata Allo) pada umur 28 hari.
Copyrights © 2025