Hendro Widarto
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH SUBTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN LIMBAH BAN BEKAS (CRUMB RUBBER ) TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON Miftah Faridl; Jasman; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xaj2rw98

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar didunia, dan merupakan bahan yang sukar didaur ulang oleh alam hingga ratusan tahun. Crumb rubber  juga dapat meningkatkan daya tahan terhadap retak dengan sifat yang elastis sehingga dapat menyerap tegangan sehingga membantu beton lebih tahan terhadap retak, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan tambah atau subtitusi Sebagian agregat halus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh limbah Ban Bekas (Crumb Rubber) sebagai subtitusi agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksperimen kuat tekan dan kuat Tarik belah beton terhadap beton normal variasi 3 subtitusi limbah Ban Bekas yaitu, 2,5%, 7,5%, dan 12,5%, maka didapatkan hasil eksperimen kuat tekan beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 25,285 Mpa dan mengalami penurunan berturut turut pada variasi 2,5%, 7,5%, dan 12,5% dengan rata-rata 23,081 Mpa, 18,665 Mpa, dan 13,060 Mpa. Sedangkan pada pengujian kuat tarik belah beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 5,407 Mpa dan mengalami penurunan pada variasi 2,5%, 7,5%, dan 1,56% dengan rata-rata 4,222 Mpa, 3,674 Mpa, dan 2,983 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada variasi beton dengan penambahan limbah ban bekas mampu melampaui kekuatan beton normal, jadi semakin banyak limbah Ban Bekas (Crumb rubber) yang digunakan maka akan membuat kuat tekan dan tarik belah pada beton menurun.
TARIKAN PERGERAKAN DAMPAK PENGGUNA JALUR PENDESTRIAN DISEKITAR  KAWASAN SMAN 2 KOTA PAREPARE Muh. Ilham Akbar; Sulfanita; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3m9d2f33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarikan pergerakan dampak pengguna jalur pejalan kaki di sekitar kawasan SMAN 2 Kota Parepare. Jalur pejalan kaki yang menghubungkan sekolah dengan berbagai fasilitas di sekitarnya memiliki peran penting dalam mobilitas harian siswa dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung jumlah pejalan kaki, serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan di jalur pejalan kaki tersebut, seperti jarak, waktu tempuh, dan fasilitas yang tersedia. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan arus pejalan kaki pada jam sibuk, serta wawancara dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Kota Parepare adalah ???? = −196,041 + 1,295????. Karena nilai R2 sebesar 0,918 atau dapat dikatakan mendekati 1. Faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Parepare adalah Akses ke Transportasi Umum dan Lingkungan yang Aman dan Nyaman merupakan faktor tarikan yang paling signifikan. Untuk faktor bangkitan faktor kemudahan pengangkutan di Sekitar menjadi faktor bangkitan utama, diikuti oleh sistem isyarat rambu. Keberadaan kegiatan ekonomi, seperti toko dan restoran, dapat meningkatkan jumlah pejalan kaki yang men  
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN MODACON ADITIF BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Awaluddin; Andi Sulfanita; Hamsyah; Hendro Widarto; Jasman
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/k63rvt13

Abstract

Studi ini melihat bagaimana penambahan variasi abu sekam padi pada campuran beton dan Modacon memengaruhi kekuatan tekan beton. Meskipun beton masih banyak digunakan dalam konstruksi, permintaan akan beton yang ramah lingkungan semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana abu sekam padi dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja beton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukan pengujian kuat tekan beton normal dan variasi campuran selama 28 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal adalah 25,195 MPa dengan penambahan varian 0,5%, 1,5%, dan 2,5% abu sekam padi. Sementara itu, kuat tekan beton dengan penambahan 0,5%, 1,5%, dan 2,5% abu sekam padi menurun. Penelitian ini menawarkan perspektif baru tentang bahan bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
ANALISIS NILAI EFISIENSI SALURAN DI DAERAH SADDAGSTUDI KASUS : UPT LANGNGA KABUPATEN PINRANG Andi Bustan Didi; Bustanul Arifin; Ramhawati; Hakzah; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8vkbvx08

Abstract

Irigasi Saddang merupakan jaringan irigasi di Kelurahan Mattiro Sompe. Pengaliran air disaluran tidak efisien disebabkan adanya kerusakan yang terjadi pada kemiringan dasar saluran, sehingga kecepatan aliran tidak efesiensi akibat terjadi kekurangan air dihilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi saluran primer, sekunder dan tersier. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu dapat dihitung atau diukur langsung yang dinyatakan dengan angka atau bilangan. Waktu penelitian pada bulan Februari 2025. Dari hasil analisis diperoleh nilai efisiensi rata-rata pada saluran primer Langnga 82,2%, dengan debit 22,45 m³/dtk, saluran sekunder Langnga 80,23%, dengan debit 1,26 m³/dtk, saluran tersier Langnga 73,81%, dengan debit 0,048 m³/dtk.
ANALISA STRUKTUR RANGKA BAJA JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) RUJAB WALIKOTA PAREPARE MENGGUNAKAN ETABS Hardiansyah; Hakzah; Abdul Muis B; Hendro Widarto; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/pjngej57

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) adalah infrastruktur penting yang dirancang untuk memfasilitasi pejalan kaki menyeberangi jalan raya dengan aman. Pada perkotaan modern, JPO menjadi semakin penting karena volume lalu lintas yang meningkat dan kebutuhan untuk memastikan keselamatan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. Dalam merancang JPO perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kekuatan struktural, estetika, dan kenyamanan pengguna. ETABS telah menjadi salah satu perangkat lunak analisa struktur yang paling popular yang sangat efektif dan serbaguna yang memungkinkan insinyur dan perancang untuk memodelkan struktur kompleks dalam lingkungan 3D dan melakukan berbagai jenis analisis struktural. Dengan ETABS, insinyur dapat menghitung respon struktur terhadap berbagai jenis beban, menganalisis elemen struktur dan mengevaluasi kinerja struktur bangunan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon struktur terhadap kombinasi pembebanan JPO dan memastikan gaya dalam yang terjadi pada JPO sesuai ketentuan RSNI T-03-2005. Berdasarkan hasil analisis struktur JPO Rujab Wali Kota Parepare menggunakan ETABS v.18.0.2, diperoleh gaya dalam maksimum berupa Gaya Tekan aksial (Pc) sebesar -66,0091 MPa dan Gaya Tarik aksia (Ps) sebesar +29,3672 MPa. Kedua gaya dalam ini terjadi pada elemen struktur girder memanjang balok H-Beam 200x200 dengan kapasitas Kuat Tekan aksial sebesar 153,1152 kN = 150 MPa. Rasio gaya dalam terhadap kapasitas penampang batang sebesar 0,44 atau 44%.
ANALISIS KARAKTERISTIK BETON DENGAN VARIASI LIMBAH KACA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA BETON BERKELANJUTAN Masnur; Rahmawati; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mxckvc70

Abstract

Limbah kaca yang banyak dihasilkan di kota besar dapat mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Sebagai solusinya, limbah kaca dapat didaur ulang dan digunakan sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam beton, karena memiliki karakteristik yang mirip dengan pasir alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah kaca pecah sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton, serta menentukan persentase optimal penggunaannya untuk hasil terbaik. Dengan menggunakan  perencanaan campuran metode SNI 7656:2012 pembuatan beton berjumlah 3 silinder ukuran 30 cm x 15 cm serta dengan rancangan penambahan limbah kaca 7,5%, 10%, dan 12,5% di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa penambahan limbah kaca dalam beton menurunkan kuat tekan secara signifikan, terutama pada variasi 12,5% yang mengalami penurunan hingga 51,50% pada umur 28 hari. Hal ini disebabkan oleh sifat kaca yang non-reaktif, permukaan licin, dan gradasi buruk yang melemahkan ikatan dengan pasta semen. Namun, pada variasi 7,5%, penurunan tidak terlalu signifikan. Semakin tinggi penggunaan limbah kaca, semakin besar penurunan kuat tekan beton.
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DAN DRIVER TERHADAP PENYEDIA JASA KURIR DI KEC. MARITENGNGAE KAB. SIDENDRENG RAPPANG Kurniawan; Andi Sulfanita; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/rgpbc730

Abstract

Salah satu aspek penting dari transportasi adalah jasa kurir yang bertanggung jawab untuk memindahkan barang dan mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Jasa kurir lokal menjadi pilihan yang relevan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pengantaran barang secara rutin maupun berkala dalam lingkup wilayah tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan tingkat kepuasan konsumen dan Driver terhadap adanya penyedia jasa kurir metode penelitian menggunakan metode kuantitatif berdasarkan hasil survei dan wawancara terhadap driver dan masyarakat pengguna, analisis menggunakan SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas konsumen adalah perempuan berusia 21-30 tahun dengan pendidikan SMA, yang menggunakan jasa kurir untuk makanan/minuman dengan frekuensi harian kurang dari tiga kali. Sementara itu, mayoritas driver adalah laki-laki berusia 20-30 tahun dengan pendidikan SMA, yang bekerja sebagai pengantar utama, menggunakan kendaraan Honda keluaran 2015-2020, dan melayani sekitar 20-25 pesanan per hari. Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh kualitas layanan (0,722) dan tarif (0,694). Sedangkan kepuasan driver dipengaruhi oleh waktu kerja (0,664), tarif (0,570), dan pendapatan (0,278). Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan terkait pengaruh pendapatan terhadap kepuasan driver.
ANALISIS KARAKTERISTIK BETON MENGGUNAKAN PASIR DAN KERIKIL SUNGAI MATA ALLO KABUPATEN ENREKANG BERDASARKAN TINJAUAN KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH Arfan Abdullah; Jasman; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/tt0g6j56

Abstract

Sungai Mata Allo yang berada di Kecamatan Enrekang merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber material berupa agregat yang cukup melimpah. Meskipun belum dapat dipastikan sebagai bahan konstruksi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia dan memenuhi mutu beton yang baik pada pembangunan konstruksi daerah setempat agregat Sungai Mata Allo telah digunakan masyarakat setempat sebagai bahan pembangunan konstruksi berskala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pennggunaan pasir sungai Mata Allo terhadap kuat tekan dan tarik belah. Metode peneltian ini  menggunakan  metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium struktur dan bahan selama   September-November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Sungai Mata Allo memenuhi spesifikasi sebagai pengganti agregat pasir dalam beton. Kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, dan 28 hari masing-masing adalah 19,34 MPa (7 hari), 20,95 MPa (14 hari), dan 27,74 MPa (28 hari). Beton dengan pasir Sungai Mata Allo memiliki kuat tekan 17,36 MPa (7 hari), 20,19 MPa (14 hari), dan 25,10 MPa (28 hari). Sedangkan beton dengan kerikil Sungai Mata Allo menunjukkan kuat tekan 17,08 MPa (7 hari), 19,25 MPa (14 hari), dan 24,53 MPa (28 hari). Untuk kuat tarik belah, terjadi penurunan dari beton normal (6,444 MPa) menjadi 4,222 MPa (pasir Mata Allo) dan 3,778 MPa (kerikil Mata Allo) pada umur 28 hari.
KUAT TEKAN DAN DURABILITAS BETON SETELAH TERPAPAR SUHU TINGGI 400°C , 500°C, 600°C Abu Dzar Al Amin; Muhammad Nasir; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/86m73g36

Abstract

Meningkatnya angka kebakaran bangunan di Indonesia setiap tahun, terutama di kota-kota besar, menjadi acuan penelitian ini. Hal ini dapat mempengaruhi setiap konstruksi, termasuk struktur beton pada bangunan. Beton, yang memiliki kekuatan tekan dan durabilitas tinggi, dapat mengalami penurunan kinerja saat terpapar suhu tinggi akibat kebakaran, yang memicu perubahan fisik dan kimia seperti retak, kehilangan kelembaban, dan melemahnya ikatan semen-agregat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh paparan suhu tinggi 400°C, 500°C, dan 600°C terhadap kuat tekan dan durabilitas beton dengan menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pembakaran berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan dan durabilitas beton. Kuat tekan beton menurun dari 26,04 MPa pada kondisi normal menjadi 18,87 MPa pada 400°C, 13,02 MPa pada 500°C, dan 11,61 MPa pada 600°C. Sementara itu, durabilitas beton yang diukur melalui keausan meningkat dari 22,50% pada kondisi normal menjadi 29,43% pada 400°C, 37,71% pada 500°C, dan 40,98% pada 600°C, menunjukkan penurunan kualitas beton seiring bertambahnya suhu.
EVALUASI KEMUDAHAN BERJALAN KAKI (WALKABILITY) DI PUSAT PERKOTAAN (STUDI KASUS JALAN SULTAN HASANUDDIN PASAR SENGGOL KOTA PAREPARE) Agung Setiawan; Muhammad Nasir; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/fj6hc356

Abstract

Jalan Sultan Hasanuddin Pasar Senggol Kota Parepare memiliki aktivitas pejalan kaki yang tinggi, namun kondisi trotoar kurang memadai dan sering terhalang aktivitas lain. Hal ini memengaruhi tingkat kemudahan berjalan kaki, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk menilai kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pejalan kaki dan kinerja walkability dengan menggunakan metode kuantitaif dengan dengan pengukuran Global Walkability Index (GWI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pejalan kaki di Jalan Sultan Hasanuddin Kota Parepare beragam dari segi usia, jenis kelamin, tujuan perjalanan, dan frekuensi penggunaan, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif yang menggunakan trotoar untuk aktivitas harian. Namun, hasil evaluasi menunjukkan nilai walkability hanya 50,72 atau kategori buruk, yang menandakan fasilitas pejalan kaki belum memenuhi standar kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas. Rendahnya kualitas ini dipengaruhi oleh konflik dengan kendaraan bermotor, minimnya rambu dan ruang hijau, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti tempat duduk dan peneduh. Selain itu, trotoar sering dialihfungsikan menjadi area parkir, tempat usaha informal, dan pemasangan reklame, sehingga mengurangi fungsi utama sebagai ruang publik bagi mobilitas pejalan kaki.