Salah satu masalah umum yang dihadapi pada jalur Semarang-Demak adalah kemacetan terutama di jalan nasional yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Beberapa faktor penyebabnya yaitu beban kendaraan berat serta kondisi tanah yang tidak stabil, terutama di daerah pesisir yang sering terendam banjir rob. Proyek pembangunan flyover diproyeksikan memberi manfaat finansial dalam jangka panjang melalui peningkatan efisiensi transportasi dan mengurangi biaya operasional kendaraan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembangunan flyover pada jalan tol Semarang-Demak terhadap pengurangan kemacetan. Menganalisis kinerja lalu lintas untuk membandingkan derajat kejenuhan sebelum dan sesudah flyover dibangun. Dalam penelitian ini berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil penelitian ini pada kondisi eksisting tahun 2018 menunjukkan hasil yang buruk dengan nilai derajat kejenuhan tinggi yaitu 1,3 (LOS F) pada hari Senin, 1,05 (LOS F) pada hari Sabtu, dan 0,93 (LOS E) pada hari Minggu. Kondisi ini memburuk pada tahun 2024 dengan derajat kejenuhan meningkat dari 1,32 (LOS F) pada hari Senin, 1.1 (LOS F) pada hari Sabtu, dan 0,94 (LOS E) pada hari Minggu.
Copyrights © 2025