Abu batu merupakan limbah hasil pemrosesan batu yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (filler) dalam konstruksi perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan abu batu sebagai filler pada campuran aspal AC-WC terhadap karakteristik kekuatan dan stabilitas campuran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan variasi kadar abu batu sebesar 0%, 5%, dan 10%, serta kadar aspal 5%, 5,5%, dan 6%. Setiap variasi diuji menggunakan uji Marshall untuk mengukur parameter stabilitas, flow, dan voids in mineral aggregate (VMA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu batu secara umum meningkatkan nilai stabilitas dan flow campuran aspal. Nilai stabilitas tertinggi diperoleh pada campuran dengan 10% abu batu dan kadar aspal 5,5%, yaitu sebesar 1903,47 kg, yang memenuhi spesifikasi minimum Bina Marga. Demikian pula, nilai VMA dan flow yang dihasilkan juga berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa abu batu layak digunakan sebagai filler alternatif dalam campuran aspal AC-WC, dengan komposisi optimal sebesar 10% abu batu dan 5,5% kadar aspal. Temuan ini mendukung penggunaan material lokal yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Copyrights © 2025