Jurnal Teknik Silitek
Vol. 6 No. 02 (2026)

ANALISIS QUANTITY TAKE OFF (QTO) STRUKTUR SALURAN TERBUKA OUTLET MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM)

Andrew Kolose Tua Lumban Tobing (Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Ekodjati Tunggulgeni (Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Suprayogi (Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2026

Abstract

Pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan memerlukan perhitungan kuantitas material yang akurat untuk mendukung ketepatan estimasi biaya dan pengendalian konstruksi. Namun, metode Quantity Take Off (QTO) konvensional berbasis gambar 2D masih menghadapi keterbatasan terkait akurasi, efisiensi waktu, serta risiko kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil QTO menggunakan metode konvensional dan Building Information Modelling (BIM) pada pekerjaan struktur Saluran Terbuka Outlet Bendungan Cijurey Paket 1, serta menilai potensi BIM dalam meningkatkan efektivitas perencanaan kuantitas dan biaya konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa shop drawing, gambar kerja AutoCAD, serta Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Perhitungan konvensional dilakukan melalui pengukuran manual dimensi pada shop drawing, sedangkan metode BIM menggunakan pemodelan 3D Autodesk Revit untuk menghasilkan QTO secara otomatis melalui fitur schedule. Data kuantitas dari kedua metode diekspor ke Microsoft Excel untuk dianalisis lebih lanjut. Perbandingan dilakukan terhadap volume beton yang dihasilkan, tingkat akurasi, efisiensi waktu, serta implikasi biaya berdasarkan deviasi kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume beton menggunakan metode konvensional adalah 12.333,878 m³, sementara metode BIM menghasilkan 12.346,36 m³ dengan deviasi sebesar 0,10%. Meskipun selisihnya relatif kecil, BIM memberikan perhitungan yang lebih akurat karena mampu menangkap detail geometrik yang tidak teridentifikasi pada metode manual. BIM terbukti lebih efisien dalam waktu pengerjaan dan menghasilkan estimasi biaya yang lebih realistis dengan perbedaan nilai sebesar Rp 20.777.192 yang menguntungkan bagi kontraktor karena total pendapatan yang didapat lebih besar dibandingkan perhitungan konvensional. Secara keseluruhan, penerapan BIM terbukti meningkatkan akurasi, konsistensi, dan efektivitas proses QTO pada proyek infrastruktur skala besar

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jts

Publisher

Subject

Description

Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan ...