p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Andrew Kolose Tua Lumban Tobing
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

META-ANALISIS : ASPEK-ASPEK PEMICU PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUN) DALAM PROYEK KONSTRUKSI Andrew Kolose Tua Lumban Tobing; Fernanda Rahmasari; Hidayati
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ntzhx451

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan perekonomian negara, tetapi dalam pelaksanaannya dapat mengalami masalah pembengkakan biaya konstruksi (cost overrun). Hal ini dapat merugikan kontraktor maupun owner proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek-aspek pemicu pembengkakan biaya konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis dan untuk mendapatkan data statistiknya dilakukan dengan metode analisis statistik modus. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 100 artikel dari penelitian terdahulu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil dari analisis tersebut didapatkan aspek-aspek pemicu pembengkakan biaya konstruksi dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit secara berturut-turut yaitu desain dan kontrak; manajemen proyek; finansial; eksternal; material, alat, dan mesin; perencanaan dan jadwal; estimasi; konstruksi; dan tenaga kerja.
ANALISIS QUANTITY TAKE OFF (QTO) STRUKTUR SALURAN TERBUKA OUTLET MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Andrew Kolose Tua Lumban Tobing; Ekodjati Tunggulgeni; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nvgh5w97

Abstract

Pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan memerlukan perhitungan kuantitas material yang akurat untuk mendukung ketepatan estimasi biaya dan pengendalian konstruksi. Namun, metode Quantity Take Off (QTO) konvensional berbasis gambar 2D masih menghadapi keterbatasan terkait akurasi, efisiensi waktu, serta risiko kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil QTO menggunakan metode konvensional dan Building Information Modelling (BIM) pada pekerjaan struktur Saluran Terbuka Outlet Bendungan Cijurey Paket 1, serta menilai potensi BIM dalam meningkatkan efektivitas perencanaan kuantitas dan biaya konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa shop drawing, gambar kerja AutoCAD, serta Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Perhitungan konvensional dilakukan melalui pengukuran manual dimensi pada shop drawing, sedangkan metode BIM menggunakan pemodelan 3D Autodesk Revit untuk menghasilkan QTO secara otomatis melalui fitur schedule. Data kuantitas dari kedua metode diekspor ke Microsoft Excel untuk dianalisis lebih lanjut. Perbandingan dilakukan terhadap volume beton yang dihasilkan, tingkat akurasi, efisiensi waktu, serta implikasi biaya berdasarkan deviasi kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume beton menggunakan metode konvensional adalah 12.333,878 m³, sementara metode BIM menghasilkan 12.346,36 m³ dengan deviasi sebesar 0,10%. Meskipun selisihnya relatif kecil, BIM memberikan perhitungan yang lebih akurat karena mampu menangkap detail geometrik yang tidak teridentifikasi pada metode manual. BIM terbukti lebih efisien dalam waktu pengerjaan dan menghasilkan estimasi biaya yang lebih realistis dengan perbedaan nilai sebesar Rp 20.777.192 yang menguntungkan bagi kontraktor karena total pendapatan yang didapat lebih besar dibandingkan perhitungan konvensional. Secara keseluruhan, penerapan BIM terbukti meningkatkan akurasi, konsistensi, dan efektivitas proses QTO pada proyek infrastruktur skala besar