p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Suprayogi
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGENDALIAN MUTU STRUKTUR LAPIS PERKERASAN KAKU JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK II SELATAN PAKET 2A Imanuel Triando Bago; Suprayogi; Gilbert Christado Purba
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/rn8cz711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pengendalian mutu pada struktur lapisan perkerasan kaku Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Pengendalian mutu menjadi aspek krusial dalam menjamin kekuatan dan durabilitas perkerasan terhadap beban lalu lintas berat. Metode penelitian mencakup pengujian di lapangan dan laboratorium, meliputi uji sand cone dan proof rolling pada lapisan tanah dasar dan capping, serta uji slump, kuat tekan, dan kuat lentur pada lapisan lean concrete dan pelat beton. Pengujian dilaksanakan sesuai standar SNI dan ASTM untuk memastikan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis yang berlaku. Hasil uji sand cone menunjukkan derajat kepadatan lapangan melebihi 100% dari nilai maksimum laboratorium, sedangkan hasil proof rolling tidak menunjukkan deformasi signifikan, menandakan stabilitas lapisan dasar yang baik. Pada lapisan lean concrete, nilai kuat tekan rata-rata mencapai 14,99 MPa pada umur 28 hari, melampaui mutu rencana 10 MPa. Sementara itu, pada lapisan pelat beton, kuat lentur rata-rata sebesar 48,43 kg/cm² juga melebihi persyaratan minimum 45 kg/cm². Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh tahapan konstruksi telah memenuhi spesifikasi mutu yang disyaratkan, sehingga struktur perkerasan kaku dinyatakan memiliki kinerja dan ketahanan yang optimal terhadap beban lalu lintas.
ANALISIS QUANTITY TAKE OFF (QTO) STRUKTUR SALURAN TERBUKA OUTLET MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Andrew Kolose Tua Lumban Tobing; Ekodjati Tunggulgeni; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nvgh5w97

Abstract

Pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan memerlukan perhitungan kuantitas material yang akurat untuk mendukung ketepatan estimasi biaya dan pengendalian konstruksi. Namun, metode Quantity Take Off (QTO) konvensional berbasis gambar 2D masih menghadapi keterbatasan terkait akurasi, efisiensi waktu, serta risiko kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil QTO menggunakan metode konvensional dan Building Information Modelling (BIM) pada pekerjaan struktur Saluran Terbuka Outlet Bendungan Cijurey Paket 1, serta menilai potensi BIM dalam meningkatkan efektivitas perencanaan kuantitas dan biaya konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa shop drawing, gambar kerja AutoCAD, serta Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Perhitungan konvensional dilakukan melalui pengukuran manual dimensi pada shop drawing, sedangkan metode BIM menggunakan pemodelan 3D Autodesk Revit untuk menghasilkan QTO secara otomatis melalui fitur schedule. Data kuantitas dari kedua metode diekspor ke Microsoft Excel untuk dianalisis lebih lanjut. Perbandingan dilakukan terhadap volume beton yang dihasilkan, tingkat akurasi, efisiensi waktu, serta implikasi biaya berdasarkan deviasi kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume beton menggunakan metode konvensional adalah 12.333,878 m³, sementara metode BIM menghasilkan 12.346,36 m³ dengan deviasi sebesar 0,10%. Meskipun selisihnya relatif kecil, BIM memberikan perhitungan yang lebih akurat karena mampu menangkap detail geometrik yang tidak teridentifikasi pada metode manual. BIM terbukti lebih efisien dalam waktu pengerjaan dan menghasilkan estimasi biaya yang lebih realistis dengan perbedaan nilai sebesar Rp 20.777.192 yang menguntungkan bagi kontraktor karena total pendapatan yang didapat lebih besar dibandingkan perhitungan konvensional. Secara keseluruhan, penerapan BIM terbukti meningkatkan akurasi, konsistensi, dan efektivitas proses QTO pada proyek infrastruktur skala besar
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN BEKISTING DOKA PADA PEKERJAAN SALURAN TERBUKA STA 9+25–9+50 PADA KONSTRUKSI SALURAN TERBUKA BENDUNGAN CIJUREY PAKET 1 Adriano Christopher; Okri Asfino Putra; Ekodjati Tunggulgeni; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ts9t9t83

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan bekisting Doka pada pekerjaan saluran terbuka STA9+25–9+50 di Bendungan Cijurey Paket 1. Kondisi lapangan menggunakan pembagian tiga blok pondasi dandua blok dinding, masing-masing dengan tiga stage. Skenario baru disusun dengan mengurangi jumlah blokpondasi menjadi dua dan mengurangi stage dinding menjadi dua. Hasil perbandingan menunjukkan penurunanbiaya sewa dari Rp 62.726.760,86 menjadi Rp 49.148.469,73 serta percepatan durasi dari tujuh menjadi enamhari. Hal ini membuktikan bahwa pengaturan ulang blok dan stage dapat meningkatkan efisiensi biaya danwaktu pelaksanaan
PENGEMBANGAN INDEKS KUALITAS PEMADATAN DIGITAL YANG MENGINTEGRASIKAN DATA KEPADATAN DAN CBR UNTUK PROYEK JALAN Natanael Nugraha Haloho; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nnax4g09

Abstract

Pemadatan tanah dasar memiliki peranan yang sangat penting terhadap kemampuan dukung dan masa pakai permukaan jalan. Penelitian ini menciptakan Indeks Kualitas Pemadatan Digital (DCQI) yang menggabungkan nilai CBR dan tingkat kepadatan lapangan untuk mengevaluasi kualitas subgrade secara kuantitatif. Objek yang diteliti adalah Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A, pada STA 11+875 sampai 11+975, dengan menggunakan hasil uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dan sand cone pada tanah yang berupa lempung berpasir. Nilai CBR dan kepadatan disesuaikan dengan standar (CBRref = 6%; Kref = 95%), kemudian digabungkan melalui model DCQI. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bobot α = 0,735 untuk CBR dan β = 0,265 untuk kepadatan, yang mengindikasikan bahwa kekuatan tanah memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas pemadatan. Nilai DCQI yang sudah dikalibrasi dihitung untuk setiap STA, dengan rata-rata 1,02, yang menunjukkan bahwa kualitas pemadatan memenuhi standar teknis. Wilayah dengan DCQI di atas 1,05 menunjukkan adanya pemadatan berlebih. Visualisasi digital dalam bentuk grafik DCQI menunjukkan variasi kualitas tanah dasar sepanjang jalur. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa DCQI efektif sebagai indikator digital terpadu untuk kontrol kualitas pemadatan tanah dasar, serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi sistem pemantauan kualitas lapangan berbasis digital secara real-time dalam proyek infrastruktur jalan.