Pemadatan tanah dasar memiliki peranan yang sangat penting terhadap kemampuan dukung dan masa pakai permukaan jalan. Penelitian ini menciptakan Indeks Kualitas Pemadatan Digital (DCQI) yang menggabungkan nilai CBR dan tingkat kepadatan lapangan untuk mengevaluasi kualitas subgrade secara kuantitatif. Objek yang diteliti adalah Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A, pada STA 11+875 sampai 11+975, dengan menggunakan hasil uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dan sand cone pada tanah yang berupa lempung berpasir. Nilai CBR dan kepadatan disesuaikan dengan standar (CBRref = 6%; Kref = 95%), kemudian digabungkan melalui model DCQI. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bobot α = 0,735 untuk CBR dan β = 0,265 untuk kepadatan, yang mengindikasikan bahwa kekuatan tanah memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas pemadatan. Nilai DCQI yang sudah dikalibrasi dihitung untuk setiap STA, dengan rata-rata 1,02, yang menunjukkan bahwa kualitas pemadatan memenuhi standar teknis. Wilayah dengan DCQI di atas 1,05 menunjukkan adanya pemadatan berlebih. Visualisasi digital dalam bentuk grafik DCQI menunjukkan variasi kualitas tanah dasar sepanjang jalur. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa DCQI efektif sebagai indikator digital terpadu untuk kontrol kualitas pemadatan tanah dasar, serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi sistem pemantauan kualitas lapangan berbasis digital secara real-time dalam proyek infrastruktur jalan.
Copyrights © 2026