PG Kebon Agung Malang merupakan pabrik gula yang mengalami peningkatan permintaan gula, namun tetap mempertimbangkan kualitas hasil maksimal. Stasiun yang penting dan berpengaruh terhadap proses produksi adalah stasiun gilingan. Untuk mencegah timbulnya kerusakan, maka selain proses produksi diharuskan untuk melakukan maintenance mesin di stasiun gilingan. Proses maintenance penting dilakukan karena dalam proses produksi harus ditunjang dengan perlatan yang siap bekerja dan handal sehingga mesin dapat digunakan jangka panjang dan memperlancar produksi. Namun proses maintenance tidak sepenuhnya berjalan lancar karena adanya kelalaian operator sehingga dapat membahayakan keselamatan operator. Maka diperlukan analisis dan rekomendasi dengan menggunakan metode HIRARC. Proses identifikasi didasarkan pada observasi, wawancara, dan dari data perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan dari 5 aktivitas pekerjaan terdapat risiko sebanyak 42. Risiko extreme sebanyak 2, risiko high sebanyak 28, risiko medium sebanyak 9, dan risiko low sebanyak 3. Rekomendasi perbaikan digunakan sebagai saran kepada perusahaan untuk mengurangi risiko kerja dengan menggunakan hirarki pengendalian risiko.
Copyrights © 2024