PT BMAL adalah perusahaan yang bergerak dibidang IUPHHK (Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu). Perusahaan ini memproduksi kayu bulat. Dalam kegiatan operasionalnya PT BMAL sangat bergantung pada alat berat sebagai alat penunjang produksi. Alat berat dalam prosesnya membutuhkan adanya maintenance, dimana bagian logistik harus melakukan pembelian spare part agar proses maintenance berjalan dengan baik. Namun terdapat permasalahan didalam bagian logistik dimana dalam kegiatan operasionalnya masih terdapat banyak kesalahan dalam pelaksanaanya dan menyebabkan kerugian untuk perusahaan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi risiko untuk menyelesaikan persmasalahan yang ada dengan menggunakan FMEA, dan Fishbone Diagram. Hasil dari penelitian ini terdapat empat risiko kritis, yaitu: panjangnya proses koordinasi karyawan dengan pemasok, keterlambatan kedatangan spare part, spare part di gudang melimpah, dan kesalahan dalam pembuatan PO. Setelah dilakukan analisis, didapatkan bahwa perusahaan harus melakukan rekruitmen dengan objektif, penataan ulang gudang, perencanaan dalam pembelian, serta evaluasi pemasok untuk mengurangi dampak dari risiko kritis yang ada.
Copyrights © 2024