Erosi adalah peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah, baik disebabkan pergerakan air maupun angin. Pelaksanaan pertanian di kawasan lereng dapat menyebabkan erosi. Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur merupakan kawasan lereng yang digunakan untuk pertanian dan memiliki laju erosi mencapai 231.02 ton/ha/tahun. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menimalkan erosi adalah teknik konservasi dengan penggunaan mulsa organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penggunaan mulsa organik, yakni mulsa jerami dan mulsa biogeotekstil (mendong) dalam meminimalkan terjadinya erosi. Pemodelan lahan menggunakan alat Rainfall Simulator dengan pendekatan Design of Experiment (DoE) menggunakan uji Three-Way ANOVA dengan 3 faktor perlakuan, yakni intensitas hujan, kemiringan, dan perlakuan lahan terhadap data sediment yield, limpasan, dan Total Dissolved Solid (TDS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa faktor intensitas hujan, kemiringan, serta penggunaan mulsa berinteraksi terhadap sediment yield, limpasan, dan TDS. Mulsa biogeotekstil terbukti efektif meminimalkan erosi tanah dan menahan debit limpasan dibandingkan mulsa jerami.
Copyrights © 2025