Belakangan ini bisnis makanan cepat saji sangatlah berkembang pesat, namun sama seperti penyedia jasa lain, bisnis ini juga harus tetap mempertahankan kualitas pelayanan jasa mereka. Goobne, sebagai salah satu bisnis makan cepat saji, masih mendapatkan keluhan terkait pelayanan mereka. Dengan menggunakan metode Service Quality dan metode Importance Performance Analysis, peneliti ingin menemukan diensi dan atribut kualitas pelayanan apa saja yang kinerjanya masih kurang sesuai dengan standar yang diharapkan oleh pelangan. Dari metode Service Quality, peneliti menemukan bahwa dimensi Empathy memiliki Gap terbesar dan atribut “Kelengkapan alat pembayaran” menjadi atribut dengan Gap terbesar. Sementara dari metode Importance Performance Analysis, peneliti mendapatkan hasil bahwa atribut “Ketersediaan free wi-fi” menjadi atribut dengan prioritas utama sebagai atribut yang membutuhkan perbaikan.
Copyrights © 2026