Sebagian besar masyarakat Desa Amborgang, Kabupaten Toba, bergantung pada sektor pertanian, selain bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Produksi padi mencapai 479,80 ton per tahun dari luas persawahan 81,89 hektare, namun sekam padi yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap mesin penggiling padi karena lokasinya relatif jauh dari ibu kota kecamatan menyebabkan masyarakat membutuhkan waktu cukup lama untuk mengolah padi menjadi beras. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Fakultas Teknik dan FISIPOL UHN memberikan penyuluhan kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan sekam padi menjadi produk yang bernilai guna, seperti bahan pengusir bekicot, pengusir tikus, dan kompos. Tim juga memberikan bantuan mesin penggiling padi berkapasitas 10 kg/menit kepada kelompok tani melalui anggota DPRD Kabupaten Toba. Masyarakat mengapresiasi bantuan tersebut karena dapat mempercepat proses pengolahan padi sekaligus menghemat waktu yang dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Pemanfaatan sekam sebagai bahan kompos juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, memperbaiki kualitas lahan secara berkelanjutan, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk yang relatif mahal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Desa Amborgang
Copyrights © 2026