Penanganan pasca panen komoditi kopi harus betul betul dikelola secara baik agar petani tidak mengalami kerugian akibat terjadinya kerusakan buah. Proses pengeringan kopi setelah selesai di panen khusus varietas Arabicha yang ada di Desa Parbaba Dolok kecamatan Pangururan selama ini tidak ada masalah yang berkaitan dengan produk yang tiba tiba melimpah. Namun 2 tahun belakangan ini Kopi milik Pardosir terkendala pada bagiaan pengeringan yang tidak lagi sesuai hasil yang dikaeringkan dengan permintaan konsumen dengan kata lain kopi yang sudah dikeringkan hingga mencapai kadar air 12% mengalami produk yang menurun. Proses pengeringan yang dilakukan selama ini ada dua metode yang pertama dengan pengeringan langsung di bawah terik matahari dan pengeringan menggunakan alat rumah kaca (Green House). Penegringan dengan rumah kaca memperpendek waktu penegringan dibanding penegringan langsung disamping lebih bersih dan suhu bisa terkontrol.Alat penegring rumah kaca yang ada terbuat dari kayu sebagai rangkan dan penyangga sehingga tidak tahan lama. Bahan penutup dari atas rumah kaca terbuat dari plastic biasa sehingga tidak bertahan lama ketrika diterpa hujan deras serta angin kencang. Teknologi penegring rumah kaca ini selai bahan yang bagus juga dipengaruhi jarak penjemuran (permukaan rak) ke plastic penutup rumah kaca. Kondisi yang ada dilapangan jarakĀ dari rak ke plastic penutupĀ kira 30-40cm dan lebar 115cm, rangka penahan plastic penutup terbuat dari bamboo. Perawatan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah perbaikan rumah kaca dan dimensi rumah kaca yang cocok dengan kapasitas yang sesuai, serta pelaksanaan edukasi yang memenuhi standar tentang perawatan dan pemilihan material yang cocok dan tahan lama.
Copyrights © 2024