Indonesia termasuk negara yang sangat rentan terhadap terjadinya bencana banjir, sehingga dibutuhkan sebuah sistem peringatan dini yang mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan mudah diterima oleh masyarakat. Akan tetapi, beberapa teknologi pendeteksi banjir yang telah digunakan saat ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek efektivitas sistem, pemantauan secara langsung (real-time), serta kemudahan akses informasi. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perancangan dan pengembangan prototipe sistem pendeteksi banjir otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor ultrasonik HC-SR04, serta platform cloud Blynk sebagai sarana monitoring dan pengiriman notifikasi secara real-time.Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), sedangkan proses pengujian dan validasi dilakukan melalui simulasi virtual menggunakan platform Wokwi. Sistem dirancang untuk mendeteksi perubahan tinggi permukaan air dan menentukan kategori kondisi banjir berdasarkan parameter jarak tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian, integrasi antara ESP32 virtual dan platform Blynk berhasil berfungsi dengan baik dalam menampilkan data pemantauan secara langsung serta mengirimkan notifikasi kondisi banjir dengan respons yang cepat.Sistem yang dikembangkan mampu mengenali tiga kategori kondisi utama, yaitu “Aman”, “Waspada”, dan “Banjir”. Setiap kondisi ditampilkan menggunakan indikator LED dan alarm buzzer sebagai media peringatan kepada pengguna. Selain itu, sistem juga berhasil mendukung fitur pengendalian buzzer secara manual. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan simulasi virtual efektif untuk menguji dan memvalidasi performa sistem sebelum diterapkan pada perangkat fisik sebenarnya, sehingga dapat menjadi landasan awal dalam pengembangan sistem deteksi banjir berbasis IoT di masa mendatang.
Copyrights © 2026