Anandita Putri Artiar
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Lampu Otomatis Berbasis IoT untuk Penghematan Energi Farhan Yazid Musthofa; Anandita Putri Artiar; Falih Fadhil Albari; Dimas Prasetyo Utomo
INDOTERA - Indonesian Dissemination of Engineering and Applied Technology Research Applications Vol. 2 No. 2 (2026): INDOTERA Vol.2 No.2 Th.2026
Publisher : Bisnis Inovasi Pendidikan dan Teknologi (BIPTEK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan energi listrik yang berlebihan di asrama mahasiswa menjadi salah satu masalah yang perlu ditangani untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem lampu otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu menghemat energi listrik di lingkungan asrama mahasiswa. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor LDR untuk mendeteksi kondisi cahaya ruangan, sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan penghuni, serta relay sebagai pengendali lampu otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, hingga pengujian sistem. Sistem dirancang agar lampu dapat menyala dan mati secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya dan keberadaan pengguna di dalam ruangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghemat konsumsi listrik hingga 67,8% dibandingkan penggunaan lampu manual. Tingkat akurasi sensor dalam mendeteksi keberadaan penghuni mencapai 94,2% dengan waktu respons rata-rata 1,3 detik. Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur monitoring berbasis web sehingga pengelola asrama dapat memantau kondisi lampu dan penggunaan energi secara jarak jauh.Pengujian selama 30 hari menunjukkan sistem berjalan stabil dengan tingkat keberhasilan operasional sebesar 98,7%. Berdasarkan analisis biaya dan manfaat, investasi sistem diperkirakan dapat kembali dalam waktu sekitar 14 bulan melalui penghematan listrik. Penelitian ini membuktikan bahwa 
Prototipe Sistem Deteksi Banjir Berbasis ESP32 dan Blynk dengan Metode Research and Development Falih Fadhil Albari; Muhammad Farih Ibnu Arifin; Anandita Putri Artiar
INDOTERA - Indonesian Dissemination of Engineering and Applied Technology Research Applications Vol. 2 No. 2 (2026): INDOTERA Vol.2 No.2 Th.2026
Publisher : Bisnis Inovasi Pendidikan dan Teknologi (BIPTEK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia termasuk negara yang sangat rentan terhadap terjadinya bencana banjir, sehingga dibutuhkan sebuah sistem peringatan dini yang mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan mudah diterima oleh masyarakat. Akan tetapi, beberapa teknologi pendeteksi banjir yang telah digunakan saat ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek efektivitas sistem, pemantauan secara langsung (real-time), serta kemudahan akses informasi. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perancangan dan pengembangan prototipe sistem pendeteksi banjir otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor ultrasonik HC-SR04, serta platform cloud Blynk sebagai sarana monitoring dan pengiriman notifikasi secara real-time.Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), sedangkan proses pengujian dan validasi dilakukan melalui simulasi virtual menggunakan platform Wokwi. Sistem dirancang untuk mendeteksi perubahan tinggi permukaan air dan menentukan kategori kondisi banjir berdasarkan parameter jarak tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian, integrasi antara ESP32 virtual dan platform Blynk berhasil berfungsi dengan baik dalam menampilkan data pemantauan secara langsung serta mengirimkan notifikasi kondisi banjir dengan respons yang cepat.Sistem yang dikembangkan mampu mengenali tiga kategori kondisi utama, yaitu “Aman”, “Waspada”, dan “Banjir”. Setiap kondisi ditampilkan menggunakan indikator LED dan alarm buzzer sebagai media peringatan kepada pengguna. Selain itu, sistem juga berhasil mendukung fitur pengendalian buzzer secara manual. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan simulasi virtual efektif untuk menguji dan memvalidasi performa sistem sebelum diterapkan pada perangkat fisik sebenarnya, sehingga dapat menjadi landasan awal dalam pengembangan sistem deteksi banjir berbasis IoT di masa mendatang.