Fort Rotterdam merupakan salah satu destinasi warisan budaya penting di Indonesia, namun potensi pariwisatanya belum dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan wisata budaya di Fort Rotterdam Makassar dengan menggunakan perspektif kesiapan destinasi (destination readiness). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan penilaian terhadap para pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka 4A yang meliputi Attraction (daya tarik), Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas pendukung), dan Ancillary Services (layanan pendukung kelembagaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fort Rotterdam memiliki daya tarik budaya dan sejarah yang kuat, aksesibilitas yang strategis, serta potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata warisan budaya (heritage tourism). Namun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan pada aspek fasilitas pengunjung, layanan interpretasi sejarah, dukungan teknologi digital pariwisata, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fort Rotterdam layak untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi wisata budaya, dengan syarat dilakukan peningkatan infrastruktur, pengembangan sistem interpretasi digital, serta penguatan program pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism). Temuan penelitian ini memberikan kontribusi bagi perencanaan dan pengembangan wisata warisan budaya yang berkelanjutan pada destinasi budaya perkotaan.
Copyrights © 2025