Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strengthening the Digital Competence of Teachers at SMAN 2 Barru: Artificial Intelligence and Augmented Reality Literacy for Inclusive Entrepreneurship Innovation Fakhri, M. Miftach; Andika Isma; Rosidah; Della Fadhilatunisa; Nurrahmah Agusnaya; Putri Nirmala
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3994

Abstract

The digital competency strengthening program for teachers at SMAN 2 Barru focused on kecerdasan artifisial (KA) and augmented reality (AR) literacy to support inclusive entrepreneurship innovation. This activity was conducted to overcome limitations in the use of the latest technology among teachers, which previously hindered the development of research-based entrepreneurial products. The training methods used included introductory sessions, hands-on practice, and mentoring on the implementation of KA and AR technologies. The results of this program showed a significant improvement in the digital competency of the teachers, with the average pre-test score increasing from 73% to 80% after the training. In addition to improving technical skills, the training also strengthened teachers' confidence in utilizing KA and AR technology in the learning process and entrepreneurship development. However, limited infrastructure and external support remain challenges that need to be overcome to optimize the utilization of digital technology in schools. Recommendations are given to strengthen technology support and ongoing mentoring programs to improve the sustainability of technology implementation in learning and entrepreneurship activities.
Pengaruh Kecerdasan Buatan dan Media Sosial terhadap Prestasi Akademik dan Kesejahteraan Mental Mahasiswa Rosidah; Musaytir Husain; Desi Arianti; Nurrahmah Agusnaya; Syukur, Pramudya Asoka; Putri Nirmala
Jurnal MediaTIK Volume 8 Issue 2, Mei (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial telah memberikan dampak signifikan pada pendidikan tinggi, khususnya terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan AI dan media sosial dalam mendukung proses pembelajaran dan kesejahteraan mental mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 86 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI memperoleh skor rata-rata tertinggi dibandingkan media sosial, pembelajaran cerdas, prestasi akademik, dan kesejahteraan mental, namun dengan variasi antar responden yang cukup besar. Meskipun AI dan media sosial berpotensi mendukung pembelajaran, penerapannya masih belum optimal dalam meningkatkan prestasi akademik dan kesejahteraan mental mahasiswa secara signifikan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai persepsi mahasiswa terhadap teknologi dalam pendidikan, serta menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan metode yang lebih mendalam
Menggali Dampak Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran dan Persiapan Kesiapan Kerja Mahasiswa di Pendidikan Tinggi Irwansyah Suwahyu; Muhammad Ma’ruf; Ricky Saputra; Syukur, Pramudya Asoka; Nurrahmah Agusnaya; Putri Nirmala
Jurnal MediaTIK Volume 8 Issue 2, Mei (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan kerja mahasiswa, implementasinya di pendidikan tinggi Indonesia masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan keterampilan digital mahasiswa dan kurangnya integrasi AI dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan mahasiswa mengenai peran AI dalam mendukung pembelajaran dan mempersiapkan mereka untuk pasar kerja, serta untuk mengeksplorasi tantangan dalam penerapan AI di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik Jamovi 2.6.26. Mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap manfaat AI dalam mendukung pembelajaran dan mempercepat hasil belajar. Namun, ada ketidakpastian tentang pengaruhnya terhadap peran guru dalam proses belajar. Mahasiswa juga menunjukkan minat tinggi terhadap profesi di bidang AI dan data, namun menyadari adanya tantangan terkait infrastruktur dan keterampilan digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan pembelajaran dan kesiapan kerja mahasiswa, namun tantangan terkait infrastruktur dan keterampilan digital perlu diatasi agar penerapannya lebih optimal.
Transforming Inclusive Entrepreneurship Through Economic AI Literacy and Infographics: An Empowerment Program Fakhri, M. Miftach; Andika Isma; Putri Nirmala; Nurrahmah Agusnaya; Rosidah
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3986

Abstract

Limited access to inclusive entrepreneurial literacy, especially in areas with minimal access to education and economic resources, is a major concern. This research aims to improve teachers' competencies in using modern technologies, such as economic AI literacy, data visualization, and augmented reality, in teaching. The research method used an Action Research approach that involved three main stages, namely the preparation, implementation, and reporting stages. The results of the pre-test and post-test data showed significant improvement in the teachers' understanding and application of technology. This study concludes that the integration of economic AI and infographics is able to improve teachers' pedagogical competence in supporting inclusive entrepreneurship. However, additional time and special training are needed to optimize the application of technology in daily learning activities.
Implementasi E-learning pada Mahasiswa UNM dengan Menggunakan Model UTAUT Elma Nurjannah; Annajmi Rauf; Andi Dio Nurul Awalia; Putri Nirmala
Innovation and Applied Education Journal Volume 2, Issue 3, Oktober 2025
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/iaej.v2i3.255

Abstract

E-learning telah menjadi strategi penting dalam menyediakan akses yang luas dan mudah terhadap pendidikan berkualitas. Di Indonesia, konsep ini banyak diterapkan di perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM), sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan mereka dalam menggunakan e-learning dengan mengadopsi model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Model UTAUT dipilih karena memiliki struktur teoritis yang kuat dalam menjelaskan penerimaan teknologi dan relevan untuk menilai keberhasilan implementasi sistem pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 32 mahasiswa aktif UNM yang telah menggunakan platform e-learning kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap efektivitas e-learning, kemudahan penggunaan, dukungan institusi, dan pengaruh sosial, yang seluruhnya sesuai dengan empat konstruk utama UTAUT: performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa e-learning telah diadopsi dengan baik dan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi.
Sistem Pakar Gangguan Menstruasi dengan Metode Teorema Bayes Ismail Ismail; Putri Nirmala; Rina Andriyani
Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juisik.v5i3.1748

Abstract

Advancements in information technology have brought significant impacts in the healthcare sector, particularly in the medical diagnosis process. Expert systems, as a technological innovation, mimic the capabilities of human experts in making decisions based on knowledge bases and inference rules. The development of expert systems aims to improve the efficiency and accuracy of diagnosis, especially when facing uncertainty and variations in clinical data. This system integrates symptom data, diseases, and prior probabilities derived from epidemiological studies and expert medical experience. In this study, the author designed and implemented an expert system for diagnosing menstrual disorders based on the Bayes’ Theorem method. The system utilizes main components such as a knowledge base, inference engine, and an intuitive user interface. The system workflow begins with the collection of symptom data, calculating probabilities using Bayes’ Theorem, and ultimately delivering probabilistic diagnoses presented informatively to the user. Testing the system demonstrated satisfactory accuracy in identifying menstrual disorders such as menorrhagia, dysmenorrhea, and premenstrual syndrome (PMS). The results show that applying Bayes’ Theorem enhances system reliability in managing data uncertainty and provides diagnosis recommendations based on probability. This system is expected to serve as an effective tool for healthcare professionals and patients for early diagnosis of menstrual disorders while expanding access to accurate and trustworthy health information. Future development will focus on improving the knowledge base and integrating advanced technologies to maximize its benefits in reproductive health.
Transformasi Pembelajaran Vokasi Pertanian melalui Integrasi IoT dan Computer Vision pada Smart Greenhouse di SMKN 4 Barru: Penelitian Marwan Ramdhany Edy; Muh. Ihsan Zulfikar; Nurfauziah; Putri Nirmala; Nurrahmah Agusnaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3765

Abstract

The digital agricultural transformation demands strengthening technological literacy and skills in vocational schools, particularly in the utilization of the Internet of Things (IoT) and Computer Vision to support precision farming practices. This community service program aims to improve the competency of teachers and students of SMKN 4 Barru in integrating IoT-based Smart Greenhouse technology and Computer Vision into agribusiness learning. The activity uses a Participatory Action Research (PAR) approach through the stages of preparation, training, technology implementation, mentoring-evaluation, and sustainability, involving teachers, education staff, and students. Evaluation was conducted through pre-post tests, observation, and participatory reflection. The results showed a significant increase in participants' conceptual understanding and practical skills, including the use of temperature, humidity, and soil pH sensors for IoT-based hydroponic systems, as well as the use of Computer Vision to visually detect plant conditions. Participants also reported increased confidence in operating modern agricultural technology devices and awareness of the importance of digital-based innovation in vocational learning. Key challenges identified include the integration of sensor data into monitoring systems and the development of Computer Vision algorithms, requiring further mentoring and infrastructure strengthening. Overall, this program contributes to increasing digital literacy, readiness for the implementation of precision agriculture, and the development of a creative agro-education ecosystem relevant to the demands of Industry 4.0 in Barru Regency.