Studi ini membahas peran sektor pariwisata dalam menghadapi krisis ekonomi di Sri Lanka, dengan fokus pada konflik internal selama tiga dekade serta dampak aksi teror Minggu Paskah 2019. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus dan teori soft power untuk menganalisis bagaimana pariwisata berfungsi sebagai katalis pemulihan ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Sri Lanka mengalami penurunan drastis akibat perang saudara, aksi teror, pandemi COVID-19, dan ketidakstabilan politik, sektor pariwisata tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan devisa, lapangan kerja, dan menarik investasi asing. Namun, keberhasilan pemulihan pariwisata bergantung pada stabilitas politik, modernisasi infrastruktur, promosi internasional yang efektif, serta penerapan konsep pariwisata berkelanjutan. Kesimpulannya, pariwisata tidak hanya berperan dalam pemulihan ekonomi jangka pendek, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan keberlanjutan jangka panjang di Sri Lanka.
Copyrights © 2025