M. Rofid Nadhil Septino
Universitas Riau, Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sektor Pariwisata dalam Menangani Krisis Ekonomi Sri Lanka, Studi Kasus Konflik Tiga Dekade dan Aksi Terror Minggu Paskah M. Rofid Nadhil Septino; Liranti Amanda; Muhammad Ikhsan; Ferdi Riyan Maulani; Naufal Ihsan
Siber Nusantara of Law and Politic Review Vol. 1 No. 2 (2025): Siber Nusantara of Law and Politic Review (April-September 2025)
Publisher : Siber Nusantara Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snlpr.v1i2.582

Abstract

Studi ini membahas peran sektor pariwisata dalam menghadapi krisis ekonomi di Sri Lanka, dengan fokus pada konflik internal selama tiga dekade serta dampak aksi teror Minggu Paskah 2019. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus dan teori soft power untuk menganalisis bagaimana pariwisata berfungsi sebagai katalis pemulihan ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Sri Lanka mengalami penurunan drastis akibat perang saudara, aksi teror, pandemi COVID-19, dan ketidakstabilan politik, sektor pariwisata tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan devisa, lapangan kerja, dan menarik investasi asing. Namun, keberhasilan pemulihan pariwisata bergantung pada stabilitas politik, modernisasi infrastruktur, promosi internasional yang efektif, serta penerapan konsep pariwisata berkelanjutan. Kesimpulannya, pariwisata tidak hanya berperan dalam pemulihan ekonomi jangka pendek, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan keberlanjutan jangka panjang di Sri Lanka.
Melampaui Erga Omnes: Memori Kolektif Anti-Apartheid dan Logic of Appropriateness dalam Kebijakan Luar Negeri Afrika Selatan terhadap Israel M. Rofid Nadhil Septino; Keefe Kautsar Giri; Muhammad Arif Pribadi; Echa Ananta Putra Zebua
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v3i4.3805

Abstract

Eskalasi krisis kemanusiaan dalam konflik Israel dan Palestina menuntut penegakan hukum humaniter internasional secara konsisten. Namun, efektivitas penegakan norma universal tersebut sering kali mengalami stagnasi akibat kalkulasi geopolitik global. Sebagian besar studi terdahulu meninjau tindakan negara sebatas kalkulasi rasionalitas material atau kepatuhan hukum abstrak, sehingga mengabaikan peran identitas internal dan trauma sejarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendorong kebijakan luar negeri Afrika Selatan terhadap Israel serta langkah hukumnya di Mahkamah Internasional. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus berbasis kerangka konstruktivisme dan konsep logika kepatutan, penelitian ini membedah orientasi diplomasi Afrika Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan tegas Afrika Selatan tidak didorong oleh kepentingan geopolitik atau kepatuhan hukum pasif semata, melainkan oleh kewajiban moral atas identitas nasional yang dibentuk oleh memori kolektif perjuangan melawan sistem segregasi rasial. Afrika Selatan menilai bahwa memperjuangkan keadilan bagi warga sipil merupakan satu-satunya tindakan yang pantas dilakukan sesuai identitasnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan teoritis yang menjembatani kesenjangan antara keterbatasan norma hukum universal dan pengoperasian memori kolektif sebagai instrumen diplomasi hukum oleh negara berkembang.