Mahasiswa kedokteran kerap menghadapi stres akademik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam tingkat stres adalah kondisi tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2021–2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 128 mahasiswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres. Dari total responden, 66,4% (85 orang) tidak mengalami stres, sedangkan 33,6% (43 orang) mengalami stres. Berdasarkan tempat tinggal, 31 mahasiswa tinggal bersama orang tua atau keluarga, sementara 97 tinggal sendiri (kos/kontrakan). Walaupun terdapat variasi jumlah kejadian stres berdasarkan tempat tinggal, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p= 0,690). Dengan demikian, kondisi tempat tinggal tidak terbukti secara signifikan mempengaruhi kejadian stres pada mahasiswa. Penelitian ini menyarankan agar studi lanjutan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks, seperti beban akademik dan dukungan sosial, dalam mengkaji penyebab stres pada mahasiswa kedokteran.
Copyrights © 2025