Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Pesantren Mahasiswa Aqwamu Qila Tamanan Banguntapan Bantul Ario Tejosukmono; Dewi Yuniasih; Moch. Junaidy Heriyanto; Muhammad Agita Hutomo; Annisa Annisa; Rachma Greta Perdana Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 1 (2023): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i1.270

Abstract

Basic life support (BHD) is an effort needed to save the lives of victims while waiting for professional help to arrive. Basic life support knowledge and skills are needed by all groups. Santri at the Aqwamu Qila Banguntapan student boarding school has never received exposure and training related to basic life support. This PKM activity aims to provide understanding and skills to students related to BHD. The PKM activity was held on Sunday, August 28 at the Aqwamu Qila Mosque, consisting of BHD counseling and training with presentations and BHD video screenings, and manikin simulations. After the presentation and video screening, the training participants were divided into 2 groups, male and female, to directly practice and simulate BHD on the manikin. The result of this training is that all participants understand and are more confident in doing BHD. By directly carrying out a simulation on a manikin, participants can immediately practice how to provide basic life assistance.
Peningkatan Pemahaman Anatomi Manusia pada Siswa Kelas VI SDN Tamanan melalui Media 3D dan Alat Peraga Dewi Yuniasih; Ario Tejosukmono; Rr. Wiwara Awisarita; Muhammad Farid; Azhar Alfarisy Frinces; Raihanah Arifah Ariyanti; Muhmmad Faiz Arryawan; Mohammad Tri Yogatianotak; Keysha Malika Aqila; Insani Wuri Susanti
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i22026p71-74

Abstract

Pembelajaran anatomi manusia di tingkat sekolah dasar seringkali mengalami kendala karena keterbatasan media yang digunakan. Kegiatan pengabdian mas,yarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 SDN Tamanan terhadap sistem rangka, otot, dan persarafan dengan memanfaatkan media 3D dan alat peraga anatomi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2025 pukul 09.00–11.30 WIB oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan. Metode yang digunakan meliputi pretest dan posttest secara tanya jawab, serta demonstrasi menggunakan stand anatomi rangka, peraga otot ekstremitas, tulang, dan otak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang cukup signifikan, terlihat dari partisipasi aktif dan kemampuan menjawab pertanyaan setelah intervensi. Kesimpulannya, penggunaan media anatomi 3D terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep anatomi dasar di sekolah dasar.
Pengaruh Pengetahuan dan Aspek-Aspek Personal terhadap Kesediaan Vaksinasi Human Papillomavirus pada Siswi SMA Negeri 1 Klaten Asarizq Fatihah Rasjava; Dewi Yuniasih; Rachma Greta Perdana Putri; Leonny Dwi Rizkita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.23840

Abstract

Pendahuluan: Kanker serviks, merupakan keganasan yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), merupakan salah satu kanker yang paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Pencegahan yang dapat dilakukan berupa vaksinasi HPV dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesediaan siswi SMA N 1 Klaten untuk menerima vaksin HPV.Metode: Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest dilakukan pada 83 siswi SMA Negeri 1 Klaten. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest yang mengukur pengetahuan tentang HPV, kanker serviks, dan vaksinasi HPV. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji bivariat untuk melihat hubungan antara faktor-faktor pribadi dan kesediaan vaksinasi.Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan, dengan 98,8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait HPV dan kanker serviks. Namun, analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kesediaan vaksinasi. Kepercayaan terhadap vaksinasi HPV memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan, sementara usia, motivasi, dan paparan informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang vaksin HPV, namun faktor kepercayaan lebih berpengaruh pada kesediaan vaksinasi daripada pengetahuan itu sendiri.
Hubungan Kondisi Tempat Tinggal terhadap Kejadian Stres pada Mahasiswa Angkatan 2021-2022 Fakultas Kedokteran Andhira Setya Yudha Sumarno; Dewi Yuniasih; Widea Rossi Desvita; Rina Sugiyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.26038

Abstract

Mahasiswa kedokteran kerap menghadapi stres akademik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam tingkat stres adalah kondisi tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2021–2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 128 mahasiswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres. Dari total responden, 66,4% (85 orang) tidak mengalami stres, sedangkan 33,6% (43 orang) mengalami stres. Berdasarkan tempat tinggal, 31 mahasiswa tinggal bersama orang tua atau keluarga, sementara 97 tinggal sendiri (kos/kontrakan). Walaupun terdapat variasi jumlah kejadian stres berdasarkan tempat tinggal, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p= 0,690). Dengan demikian, kondisi tempat tinggal tidak terbukti secara signifikan mempengaruhi kejadian stres pada mahasiswa. Penelitian ini menyarankan agar studi lanjutan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks, seperti beban akademik dan dukungan sosial, dalam mengkaji penyebab stres pada mahasiswa kedokteran.