MATA GURU : Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Vol. 2 No. 1 (2025): Juli

SPIRITUALITAS PROGRESIF DAN KEHAUSAN MAKNA: MENAFSIRKAN KEBUTUHAN TRANSENDENSI GEN Z DI TENGAH BUDAYA POP

Tesalonika Cindy Worang (Institut Agama Kristen Negeri Manado)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2025

Abstract

Abstrak Generation Z (Gen Z) is experiencing a significant identity crisis and a "thirst for meaning" resulting from deep immersion in digital pop culture, which often conflicts with Christian values and leads to church disaffiliation. This article aims to interpret Gen Z's need for transcendence and to formulate a practical theological framework called "Progressive Spirituality" as a relevant pastoral response. This research employs a qualitative literature study method with an interdisciplinary approach, synthesizing findings from theology, psychology, cultural studies, and education. The results indicate that Gen Z's "thirst for meaning" is essentially a longing for authentic relationships, which pop culture fails to provide. In response, Progressive Spirituality is proposed as a practice of faith rooted in the holistic mission of Christ, actualized through two main pillars: the development of self-leadership as an antidote to the identity crisis, and the transformation of the church into an incarnational "shared space". The practical implication for the church is the urgency of adopting innovative pastoral strategies, such as shifting to a family-centric ministry model, creatively utilizing technology for outreach, and building authentic, empowering communities. Abstrak Generasi Z (Gen Z) mengalami krisis identitas dan "kehausan makna" yang signifikan akibat imersi mendalam dalam budaya pop digital, yang sering kali bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani dan menyebabkan disafiliasi dari gereja. Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan kebutuhan transendensi Gen Z dan merumuskan sebuah kerangka teologi praktika yang disebut "Spiritualitas Progresif" sebagai respons pastoral yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, mensintesiskan temuan dari bidang teologi, psikologi, studi budaya, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "kehausan makna" Gen Z pada hakikatnya adalah kerinduan akan relasi yang otentik, yang gagal dipenuhi oleh budaya pop. Sebagai jawabannya, Spiritualitas Progresif ditawarkan sebagai sebuah penghayatan iman yang berakar pada misi holistik Kristus, diwujudkan melalui dua pilar utama: pengembangan kepemimpinan diri sebagai antitesis krisis identitas, dan transformasi gereja menjadi "ruang bersama" yang inkarnasional. Implikasi praktis bagi gereja adalah urgensi untuk mengadopsi strategi pastoral yang inovatif, seperti pergeseran ke model pelayanan family-centric, pemanfaatan teknologi secara kreatif untuk penjangkauan, dan pembangunan komunitas yang otentik serta memberdayakan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

mataguru

Publisher

Subject

Description

Mata Guru Jurnal Pendidik dan Kependidikan (MGPTK) Menerima Tulisan Artikel Terkait dengan Topik-Topik berupa hasil pemikiran dan penelitian. Fokus dan ruang lingkup artikel yang diterbitkan adalah mengenai pendidikan formal, non-formal, informal dan pendidikan inklusi. Terkait dengan Teori dan ...