Memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans memuat pengalaman traumatis penulis sebagai korban relasi tidak sehat pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana trauma direpresentasikan melalui pilihan bahasa, struktur narasi, dan ungkapan emosional dalam memoar tersebut dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data berupa kutipan naratif yang merefleksikan kondisi kognitif dan afektif penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma memengaruhi pola bahasa yang ditandai oleh penggunaan repetisi, metafora luka, kalimat fragmentaris, serta pergeseran sudut pandang naratif. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga media ekspresi kondisi psikologis individu.
Copyrights © 2026