Artikel ini mengkaji dinamika harmonisasi antara pemeluk agama Islam dan Hindu di Pekon Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Secara khusus, penelitian ini menganalisis konstruksi sosial yang terbentuk serta peran modal sosial dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Analisis dilakukan berpijak pada teori modal sosial Robert D. Putnam, dengan fokus pada bonding social capital untuk solidaritas internal, dan bridging social capital untuk kerja sama lintas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial yang dibangun melalui interaksi intensif dan sikap saling menghormati, mampu menciptakan harmoni pada dimensi sosial maupun spiritual. Lebih lanjut, modal sosial berupa gotong royong dan hubungan timbal balik terbukti memperkuat kohesi sosial, serta memfasilitasi penyelesaian konflik melalui kekeluargaan, musyawarah, dan mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa harmonisasi di Pekon Teluk Kiluan tidak hanya tercipta secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga ditopang oleh peran aktif pemerintah pekon melalui program dukungan moderasi beragama.
Copyrights © 2026