Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, kepemilikan aset, pengeluaran konsumsi, dan akses terhadap bantuan terhadap kerentanan ekonomi rumah tangga pascabencana banjir bandang di Provinsi Sumatera Utara pada November 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 200 rumah tangga terdampak yang dipilih melalui teknik multistage random sampling pada enam kabupaten/kota yang mengalami dampak paling parah. Kerentanan ekonomi rumah tangga diukur menggunakan indeks komposit, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan, kepemilikan aset, pengeluaran konsumsi, dan akses terhadap bantuan berpengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kerentanan ekonomi rumah tangga (F = 24,671; p < 0,001) dengan kemampuan menjelaskan variasi sebesar 32,2%. Pendapatan merupakan faktor yang paling dominan (β = -0,352), diikuti kepemilikan aset (β = -0,303), pengeluaran konsumsi (β = 0,216), dan akses terhadap bantuan (β = 0,141). Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan pendapatan dan perlindungan aset produktif harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemulihan pascabencana, disertai penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran untuk mengurangi kerentanan ekonomi.
Copyrights © 2026