Tujuan penelitian ini adalah menelaah bagaimana internalisasi nilai fikih, strategi pedagogis, budaya sekolah, dan integrasi psikologi pendidikan berkontribusi terhadap pembentukan regulasi diri peserta didik madrasah aliyah. Metode yang digunakan ialah systematic literature review berkerangka PRISMA terhadap studi 2010–2025, dilengkapi penilaian kualitas dan sintesis tematik. Hasil menunjukkan ibadah terstruktur, pembelajaran berbasis masalah dan maslahah, keteladanan guru, serta iklim religius konsisten meningkatkan motivasi intrinsik, self-monitoring, dan kontrol emosi; integrasi dengan kerangka self-regulated learning memperkuat keberlanjutan kebiasaan baik. Implikasi teoretis: menjembatani pendidikan fikih dengan psikologi belajar melalui mekanisme motivasi, metakognisi, dan habitus moral. Implikasi praktis: pengembangan modul PBL berbasis maslahah, jurnal reflektif ibadah, pelatihan guru tentang SRL, serta tata kelola budaya sekolah yang konsisten. Keterbatasan: ketidakseragaman definisi dan instrumen, dominasi desain potong lintang, serta keterbatasan generalisasi lintas konteks. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal-kuasi eksperimen untuk menguji kausalitas dan efek mediasi-moderasi kontekstual.
Copyrights © 2026