Kegiatan ekstrakurikuler Tahfiz pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah bertujuan menjadi wadah pengembangan bakat dan minat siswa dalam bidang keagamaan dan akademik berbasis Al-Qur’an. Namun, dalam pelaksanaannya, program Tahfiz sering menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi pencapaian target hafalan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat pencapaian target kegiatan ekstrakurikuler Tahfiz di MIN 11 Aceh Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan selama satu tahun pada Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlah partisipan sebanyak 18 siswa yang terdiri atas 14 siswa kelas V dan 4 siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil implementasi metode TTM, ditemukan tiga hambatan utama dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Tahfiz, yaitu kurangnya kontrol orang tua, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yang masih rendah, dan tingginya tingkat ketidakhadiran siswa saat kegiatan berlangsung. Untuk mengatasi hambatan tersebut, madrasah menerapkan beberapa solusi, yaitu mengundang orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai program Tahfiz, menyusun buku tahsin dan tajwid yang dilengkapi buku kontrol orang tua, serta menerapkan metode reward untuk meningkatkan motivasi siswa. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa keberhasilan program ekstrakurikuler Tahfiz memerlukan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua serta strategi pembelajaran yang adaptif guna mendukung pencapaian target hafalan siswa.
Copyrights © 2026