Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Bagaimana Perkembangan Tenaga Kerja Di Provinsi Papua? Bagaimana Perkembangan Kemiskinan Di Provinsi Papua? Dan Bagaimana Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Sebelum dan Sesudah Pemekaran Di Provinsi Papua? Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari jumlah orang bekerja dan jumlah orang miskin kurun waktu tahun 1999-2016. Metode analisis yang di gunakan untuk menjawab tujuan penelitian di atas adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tenaga kerja dengan menggunakan indikator orang bekerja sebelum pemekaran kurun waktu 1999-2004 adalah 1023,96 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar 21,74 persen. Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata tenaga kerja berjumlah 1320,60 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 71,84 persen. Rata-rata jumlah kemiskinan Sebelum pemekaran yaitu kurun waktu 1999-2004 adalah 981,48 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar -14,83 persen. Periode Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata penduduk miskin berjumlah 899,24 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar -1,08 persen. Variabel Dummy (sebelum dan sesudah pemekaran) tidak signifikan mempengaruhi jumlah penduduk miskin atau tidak terdapat adanya perbedaan pengaruh masa sebelum pemekaran (1999-2004) dan masa sesudah pemekaran (2005-2016). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui pula bahwa variabel tenaga kerja tidak siginifikan mempengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin, bila terjadi kenaikan tenaga kerja sebanyak 1000 orang maka akan menurunkan jumlah penduduk miskin sebanyak 82 orang di Provinsi Papua. Kata Kunci : Tenaga Kerja, Kemiskinan, Pemekaran Wilayah
Copyrights © 2018