Charley M. Bisai
Universitas Cenderawasih

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISA PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI PAPUA Charley M. Bisai; Maria Kbarek; Achmad Riyadi Pajeru
KEUDA (Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.686 KB) | DOI: 10.52062/keuda.v4i3.1125

Abstract

Human development in Papua is still a central issue and is a concern of the government at the national and regional levels. If human development is in its actual position, it will have an impact on the welfare of its people. Human development uses the HDI indicator (Human Development Index) while the welfare of the community uses indicators of income per capita and poverty. Some of the objectives to be achieved from this study include to analyze: (1.) the correlation of the forming components with HDI; (2.) what components form the largest HDI; and (3.) the effect of HDI on income per capita, and poverty. This study uses secondary data with the analysis period 2010 - 2018. Data analysis was performed using correlation and regression analysis techniques. The analysis shows that: (1) All components of HDI are positively and significantly related to HDI. The AHH component has a strong relationship, while the other components are very strong. The HLS and RLS components (education index) have the greatest magnitude of the correlation coefficient so they form the dominant HDI compared to AHH and Per capita Expenditures. (2) HDI has a positive and significant effect on per capita income in Papua Province. (3). HDI has a negative and significant effect on poverty levels in Papua Province.
ANALISIS PENERAPAN PUBLIC FINANCE MANAGEMENT DI KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA Charley M. Bisai; Anthonius H. Citra Wijaya
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i1.2036

Abstract

This study aims to obtain a clear image as well as evaluate the extent of local government and the regions have implemented the Public Finance Management, (PFM) efficiently and effectively and in accordance with applicable legislation. Assessment of financial management areas include some aspects: (1) framework of legislation; (2) planning and budgeting; (3) management of cash; (4) the procurement of goods and services; (5) accounting and reporting; (6) internal control; (7) debt and public investment; (8) management of assets; and (9) auditing and external oversight. Research data was collected using a survey method; questionnaires and in-depth interviews with respondent in the Local Government of Keerom, one of the districts in the Papua Province which is directly adjacent to the country of Papua New Guinea. PFM data were analyzed and interpreted using descriptive analysis techniques. The results of the study showed that financial management in Keerom less than the maximum. From the nine aspects of assessment only the procurement of goods and services that achieved a score of 55 percent, while the other eight aspects ranging between 44-20 percent by placing audit and external oversight at the very last position with a score of 20 percent. This study recommends that each regional work unit (SKPD) to recruit employees by prioritizing the needs of employees in the accounting field for each SKPD with the purpose of assisting the implementation of accounting so that SKPD can make the financial report in accordance with applicable regulations. In addition, it is expected that Keerom makes Regulation on the main points of sectoral asset management and regulation of the regional head guidelines for the administration of property area.Keywords:Public Finance Management, Accounting
Analisis Potensi Dan Efektifitas Pajak Mineral Non Logam Dan Batuan Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Jayapura Selvina F. Siahaya; Kuwat Subyantoro; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i3.2052

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua  pada tahun 2014. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi dan efektifitas penerimaan pajak mineral non logam dan batuan di Kabupaten Jayapura, khususnya untuk komoditi pasir, batu kali/gunung, ciping/kerikil, tanah dan sirtu yang merupakan bahan mineral non logam dan batuan yang dikelola oleh Kabupaten Jayapura. Dalam penentuan target penerimaan yang selama ini diterapkan dirasakan tidak mencerminkan kondisinyata di lapangan. Penentuan potensi penerimaan dalam penelitian ini telah mempertimbangkan jumlah pengusaha yang memiliki IUP, kemampuan produksi setiap hari dan pengenaan pajak yang telah sesuai dengan harga standar komoditi dan tariff pajak yang berlaku, sehingga potensi penerimaan pajak yang diperoleh dapat mencerminkan kondisi nyata dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan selama tahun yang diteliti terdapat perbedaan diantara potensi penerimaan dengan target yang ditetapkan selama ini. Kata Kunci : Potensi dan Efektifitas, Pajak Mineral Non Logam dan Batuan, PAD
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Jayapura Evi Hartati; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i1.2056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh antara Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Tingkat kemiskinan di Kabupaten Jayapura Tahun 2006-2013. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis deskriptif dan uji statistiknya meliputi uji Regresi Linier Berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variabel Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan tidak signifikan, sedangkan variabel Pengangguran berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan dan signifikan.Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Tingkat Kemiskinan
Analisis Sektor Unggulan Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Keerom Tahun 2003-2013 Chrisnoxal Paulus Rahanra; P. N. Patinggi; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor perekonomian serta mengetahui sektor basis dan non basis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Keerom. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data PDRB Kabupaten Keerom yang diperoleh dari BPS. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Tipologi Klassen dan Analisis LQ. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis Tipologi Klassen pada Kabupaten Keerom maka Sektor Pertanian; Sektor Industri Pengolahan; dan Sektor Bangunan termasuk dalam Kuadran I. Sektor Pertambangan dan Penggalian; dan Sektor Jasa-Jasa termasuk dalam Kuadran II. Sektor Listrik dan Air Bersih; dan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran termasuk dalam Kuadran III. Sedangkan sektor-sektor dalam Kuadran IV yaitu Sektor Pengangkutan dan Komunikasi; dan Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan. Hasil analisis Location Quotient dalam perekonomian Kabupaten Keerom terdapat 4 sektor yang termasuk sektor basis yaitu Sektor Pertanian; Sektor Pertambangan dan Penggalian; Sektor Industri Pengolahan; dan Sektor Bangunan. Kata Kunci : PDRB, Sektor Unggulan, Tipologi Klassen, LQ
Analisa Pembangunan Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Penduduk Di Kabupaten Mimika Charley M. Bisai; Tonni Upuya; Mesak Ick
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : a) bagaimana korelasi IPM dengan komponen-komponen pembentuk IPM, b) faktor apa yang paling besar membentuk IPM, dan c). seberapa besar pengaruh IPM terhadap Pendapatan Per Kapita, dan Kemiskinan.Data yang digunakan dalam penelitian adalah Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per Kapita dan Tingkat Kemiskinan Kabupaten Mimika kurun waktu tahun 2005-2013. Metode analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian di atas adalah menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh komponen pembentuk IPM mempunyai korelasi yang sangat kuat dan signifikan terhadap IPM, dengan rata-rata angka koefisien korelasi lebih dari 0,90 atau 90% ke atas.Diantara keempat komponen tersebut, Angka Harapan Hidup (AHH) dan Pengeluaran Per Kapita (PPP) keduanya mempunyai koefisien korelasi yang paling tinggi dan sama besar terhadap variabel IPM yakni 0,980 untuk AHH, dan 0,986 untuk PPP. Ini berarti kedua komponen tersebut dapat dikatakan sebagai pembentuk yang paling dominan terhadap IPM. Sehingga cepat lambatnya perkembangan IPM sangat tergantung kepada hasil pembangunan kesehatan dan pembangunan ekonomi daerah. Hasil analisis lainya menunjukkan bahwa kenaikan IPM Kabupaten Mimika sebesar 1 point akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 3,8225 persen atau 4 persen, selain itu kenaikan IPM akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Kabupaten Mimika sebesar Rp. 717.414,40. Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per kapita, Tingkat Kemiskinan
Analisis Flypaper Effect Pada Pemerintah Daerah Di Provinsi Papua Robert M. WST. Marbun; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2074

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of General Allocation Fund Transfer (DAU) and Local Income (PAD) to local government expenditure (BD) in Papua Province. To determine and analyze how flypaper effect happen to the local government expenditure in Papua Province. This research using panel data in the 26 (twenty six) out of 29 local government in Papua Province in the year of 2010-2013 period. The data gathered from the Regency Expenditure Realization Report on the Fund report of local government that already get into final audit from BPK RI and submitted to the DJPK Ministry of Finance of The Republic of Indonesia and Papua in Figures that published by Central Bureau Of Statistics. This research results show that PAD and DAU at the same time positively affect the local government expenditure (BD) in Papua Province; but only DAU coefficient affects significantly and having a positive relation to the regency expenditure, while PAD statisticaly not significant to the local government expenditure in Papua Province. Coefficient value of DAU is higher than the PAD even though only the DAU is signifficant, this thing shows flypaper effect has detected happen on the local government expenditure in Papua Province.Keywords: Flypaper Effect, General Allocation Fund, DAU, PAD.
Pengaruh Belanja Modal Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Wilayah Adat Mamta Charley M. Bisai; Riski Romadhan; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i1.2101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan belanja modal maupun pertumbuhan ekonomi serta menguji apakah belanja modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta tahun 2013-2016.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Deskriptif Kuantitatif.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan melalui situs www.djpk.depkeu.go.id, dan Badan Pusat Statistika melalui situs www.bps.go.id/provinsipapua. Sampel dalam penelitian ini adalah Wilayah Adat Mamta terdiri dari 5 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Memberamo Raya dan Kota Jayapura dengan empat tahun pengamatan yaitu tahun 2013-2016. Metode analisis regresi data paneldigunakan untuk mengukur pengaruh dari gabungan kedua data yang digunakan yaitu data time series dan cross section. Analisis data menggunakan bantuan program Eviews 9.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data panel dengan variabel independen yaitu belanja modal sedangkan variabel dependen pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta.Secara parsial belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada masing-masing Kabupaten/Kota tersebut..Kata Kunci: Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Wilayah Adat Mamta
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Harga Konsumen Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Kota Jayapura Charley M. Bisai; Dorothy Iriani Hamadi; Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i2.2106

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi pengaruh pertumbuhan ekonomi, Indeks Harga Konsumen dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa time series (runtut waktu), yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi, IHK, pengangguran dan kemiskinan dengan interval waktu 2010-2019. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan menggunaka program MS Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, Indeks Harga Konsumen berpengaruh positif terhadap kemiskinan dan pengangguran berpengaruh negatif terhadap kemiskinan. Secara simultan atau secara bersama-sama pertumbuhan ekonomi, IHK dan pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Jayapura. Dalam upaya mengurangi kemiskinan di Kota Jayapura, pemerintah hendaknya membuat program pelatihan keterampilan untuk penciptaan pekerjaan dan wirausaha. Dengan adanya program tersebut diyakini menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat mengantisipasi sekaligus mengatasi bertambahnya angka kemiskinan setiap tahun. Kemudian Pendidikan keterampilan untuk penciptaan pekerjaaan dan kewirausahaan dapat dimaknai sebagai upaya pemberian kemampuan kepada warga yang membutuhkan berbagai keterampilan sebagai bekal untuk bekerja dan berwirausaha.Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Harga Konsumen, Pengangguran, Kemiskinan
Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Sebelum Dan Sesudah Pemekaran Di Provinsi Papua (Tahun 1999-2016) Mahmudah Mahmudah; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v5i2.2115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Bagaimana Perkembangan Tenaga Kerja Di Provinsi Papua? Bagaimana Perkembangan Kemiskinan Di Provinsi Papua? Dan Bagaimana Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Sebelum dan Sesudah Pemekaran Di Provinsi Papua? Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari jumlah orang bekerja dan jumlah orang miskin kurun waktu tahun 1999-2016. Metode analisis yang di gunakan untuk menjawab tujuan penelitian di atas adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tenaga kerja dengan menggunakan indikator orang bekerja sebelum pemekaran kurun waktu 1999-2004 adalah 1023,96 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar 21,74 persen. Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata tenaga kerja berjumlah 1320,60 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 71,84 persen. Rata-rata jumlah kemiskinan Sebelum pemekaran yaitu kurun waktu 1999-2004 adalah 981,48 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar -14,83 persen. Periode Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata penduduk miskin berjumlah 899,24 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar -1,08 persen. Variabel Dummy (sebelum dan sesudah pemekaran) tidak signifikan mempengaruhi jumlah penduduk miskin atau tidak terdapat adanya perbedaan pengaruh masa sebelum pemekaran (1999-2004) dan masa sesudah pemekaran (2005-2016). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui pula bahwa variabel tenaga kerja tidak siginifikan mempengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin, bila terjadi kenaikan tenaga kerja sebanyak 1000 orang maka akan menurunkan jumlah penduduk miskin sebanyak 82 orang di Provinsi Papua. Kata Kunci : Tenaga Kerja, Kemiskinan, Pemekaran Wilayah