Penelitian ini dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang diakibatkan oleh metode pembelajaran IPA yang masih lebih berfokus pada pengajaran dari guru serta latihan soal. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dikembangkanlah e-modul yang berbasis QODE (Questioning, Organizing, Doing, and Evaluating) yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembuatan gula merah khas Baduy pada materi Zat dan Perubahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa layak e-modul yang telah dikembangkan serta melihat tanggapan siswa terhadap penggunaannya. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Data diperoleh melalui validasi dari ahli materi, validasi dari ahli bahan ajar, dan kuesioner respons siswa yang telah divalidasi, kemudian dianalisis dengan cara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa e-modul mendapatkan persentase kelayakan sebesar 87,71% dari ahli materi dan 92,30% dari ahli bahan ajar dengan kategori sangat valid. Uji coba terbatas kepada 20 siswa kelas VII menghasilkan respons sebesar 87,20% dengan kategori baik. Hasil ini membuktikan bahwa e-modul tersebut pantas digunakan dalam proses pembelajaran IPA dan turut serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui tahapan dan langkah-langkah dalam pembelajaran QODE.
Copyrights © 2026