Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Menggunakan Model pembelajran PBL-STEM Bernuansa Meaningful Learning Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Tika Nurfatihah; Ahmad Zaky El Islami; Nofita Fajariyanti
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 2 (2026): April - June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.2.517-524

Abstract

Salah satu kemampuan yang penting dalam pembelajaran sains yaitu berpikir kritis. kemampuan ini mencakup proses menganalisis, mengevaluasi, dan menafsirkan informasi, serta menyimpulkan kesimpulan yang logis. Kemampuan ini membantu peserta didik memahami fenomena ilmiah serta menentukan pilihan secara logis dalam kehidpan sehari-hari. Namun, pada saat ini di salah satu sekolah yang ada di Banten kemampuan berpikir kritis masih belum tercapai dikarenakan beberapa faktor yaitu bahan ajar yang digunakan dan strategi belajarnya belum mendukung untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkanlah bahan ajar e-modul menggunakan model pembelajaran problem based learning terintegrasi STEM bernuansa meaningful learning pada materi gerak dan gaya yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan produk dan mengevaluasi tanggapan peserta didik terhadap modul elektronik yang dikembangkan. Metode dalam penelitian ini yang adalah Research and Development (R&D). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul elektronik yang dikembangkan mencapai tingkat validitas sebesar 88,95%, yang menempatkannya dalam kategori “Sangat valid” berdasarkan validasi oleh para ahli. Selanjutnya, setelah direvisi oleh para ahli, produk tersebut diuji pada sekelompok kecil peserta didik dan memperoleh penilaian “Baik” dengan persentase 86,44%. Dengan demikian, e-modul menggunakan model pembelajaran PBL-STEM bernuansa meaningful learning dinyatakan layak digunakan serta berpotensi melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pengembangan Video Pembelajaran Pencemaran Lingkungan Berbantuan Prezi melalui Validasi Ahli Media: Development of an Environmental Pollution Educational Video Using Prezi Through Media Expert Validation Nofita Fajariyanti; Siti Alawiyah; Firly Kurniati
Edutechno : Educational Technology Journal Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edutechno.v2i01.590

Abstract

The rapid development of technology and information has had a significant impact on the use of media in the learning process. ICT-based learning media (Information and Communication Technology) are currently developing in various forms, one of which is audio-visual media based on the Prezi application. The use of interactive learning media is expected to increase students' interest in learning and help them understand the material more effectively. The aim of this study is to develop a video learning resource based on the Prezi application for environmental pollution material. The research method used was Research and Development (R&D), with the research instrument being a media validation sheet. Validasi ini dilakukan oleh dosen Pendidikan IPA untuk mengevaluasi aspek tampilan, isi, keterbacaan, dan kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan. The results of the validation showed that the Prezi-based video learning media received a rating of 'good' in 70% of cases, 'very good' in 15% of cases, and 'poor' in 10% of cases. These results indicate that the developed learning materials are of good quality and suitable for use in the learning process. Therefore, Prezi-based video learning media can be an alternative, innovative and interactive teaching method for environmental pollution topics, supporting the creation of more engaging and effective learning processes for students
Uji Validitas Media Pembelajaran PPT Interaktif Berbasis Genially pada Materi Bioteknologi Konvensional untuk Peserta Didik kelas IX SMP: The Validity of Genially-Based Interactive PowerPoint Presentations on Conventional Biotechnology Content for Ninth-Grade Junior High School Students Disya Illona Zalikhah Widad; Siti Mulyani; Elsa Rahmawati; Zahra Salfadila; Nofita Fajariyanti; Lukman Nulhakim; Annisa Novianti Taufik
Paidagogia: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): July 2026 : PAIDAGOGIA: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan
Publisher : Sumule Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66964/grzf7468

Abstract

This study aims to determine the validity of an interactive Genially-based PowerPoint (PPT) learning medium on conventional biotechnology for ninth-grade junior high school students. The study employed the Research and Development (R&D) method using the Borg and Gall model, limited to the product validation stage. Validation was conducted by two expert validators with expertise in ICT-based learning media using a 1–4 Likert-scale questionnaire with 20 indicators, including content appropriateness, media presentation, interactivity, ease of use, accessibility, media innovation, and language use. Data were analyzed descriptively and quantitatively by calculating the validity percentage and qualitatively by reviewing the validators’ comments and suggestions. The validation results showed that the media achieved a validity percentage of 90,00 %, falling into the “highly valid” category. Thus, the Genially-based interactive PowerPoint presentation was deemed suitable, based on the validators’ assessment, as a science learning medium for the topic of Conventional Biotechnology.
Pengembangan Pop-up Book Digital Berbasis Kearifan Lokal Rampak Bedug Banten Sebagai Media Pembelajaran IPA Siswa SMP Nuraini Safitri; Trian Pamungkas Alamsyah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1460

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan rendahnya antusiasme siswa karena kurangnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi yang memiliki banyak rumus dan perhitungan sebab tidak memiliki contoh nyata dalam kehidupan atau lingkungan sekitar. Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkanlah sebuah media pembelajaran Pop-up book Digital berbasis kearifan lokal rampak bedug Banten yang dirancang sebagai media pendukung agar peserta didik lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelayakan serta respons peserta didik terhadap media pembelajaran Pop-up book Digital yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE, yang mencakup lima tahapan yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMPN 2 Kota Serang, dengan sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 36 peserta didik untuk kelas uji coba terbatas. Instrumen penelitiannya meliputi lembar validasi para ahli serta angket respon peserta didik yang sebelumnya telah divalidasi oleh ahli instrumen (judgement). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pop-up book digital berbasis kearifan lokal memiliki tingkat kelayakan yang tinggi dengan skor rata-rata 86,15% dari validasi ahli materi dan 94,74% dari validasi ahli media. Setelah dilakukan revisi, media kemudian diuji coba secara terbatas kepada sampel peserta didik dan memperoleh respon dengan persentase 88% dengan kategori “Baik”. Berdasarkan hasil tersebut, maka Pop-up book digital berbasis kearifan lokal dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam media digital tidak hanya efektif dalam memvisualisasikan konsep IPA yang abstrak dan matematis menjadi lebih kontekstual, tetapi juga berpotensi meningkatkan keterikatan budaya (cultural engagement) serta motivasi belajar mandiri peserta didik di era digital.
Analisis Etnosains Pada Alat Musik Tradisional Angklung Buhun Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa SMP Siti Nadiah; Bai Rohimah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1473

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menyediakan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara kearifan lokal pada Angklung Buhun dan konsep-konsep IPA, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya. Angklung Buhun adalah alat musik tradisional Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, yang menyimpan lapisan pengetahuan empiris yang sangat berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk etnosains dalam Angklung Buhun; (2) menganalisis konsep IPA yang terkandung di dalamnya; (3) memetakan hubungan antara Angklung Buhun dan prestasi belajar IPA di tingkat SMP; dan (4) menilai potensinya sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di Kampung Kanekes (28 April 2026), wawancara mendalam dengan pakar tradisi (Jaro Oom dan H. Medi), pengrajin (Ki Sarwani dan Pak Darma), pemain (Pak Sarif dan Pak Engkos), dan wawancara triangulasi dengan lima dosen ahli di bidang Sosiologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Seni Pertunjukan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung oleh kerangka rekonstruksi etnosains Ogawa (dalam Sudarmin, 2014). Hasil menunjukkan bahwa Angklung Buhun mengandung etnosains dalam tiga bentuk: (1) sistem budaya; (2) aktivitas; dan (3) artefak. Secara ilmiah, ia mengandung konsep Biologi (struktur jaringan bambu, lignifikasi, ekosistem), konsep Kimia (perubahan fisik dan kimia, polimer alami, reaksi oksidasi), dan konsep Fisika (getaran, frekuensi, resonansi, amplitudo, interferensi gelombang, kecepatan suara). Pemetaan ini selaras langsung dengan Pencapaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka untuk Fase D di kelas VII–IX.