Penggunaan kosmetik di kalangan remaja terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan paparan media digital, namun risiko penggunaan produk ilegal atau mengandung bahan berbahaya masih tinggi. Kurangnya literasi mengenai keamanan kosmetik menyebabkan remaja rentan terhadap efek samping seperti iritasi, alergi, hingga paparan bahan toksik seperti merkuri dan hidrokuinon. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka World Pharmacy Day (WPD) 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMKN 2 Cikarang Barat mengenai cara memilih dan menggunakan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang dipadukan dengan edukasi langsung mengenai pengecekan izin edar, pembacaan label, identifikasi kandungan berbahaya, dan penggunaan aplikasi Cek Klik BPOM. Kegiatan melibatkan 300 peserta serta apoteker dari IAI Kabupaten Bekasi sebagai fasilitator kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi kosmetik legal dan ilegal, memahami risiko bahan berbahaya, serta menerapkan langkah-langkah pengecekan keamanan produk. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam memilih kosmetik sesuai regulasi dan kebutuhan remaja. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan perilaku preventif terhadap penggunaan kosmetik berisiko, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran apoteker dalam memberikan informasi kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam pembentukan konsumen muda yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam penggunaan produk kosmetik.
Copyrights © 2025