cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Ari Permana Putra; Ivans Panduwiguna; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.1

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap pemenuhan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan akan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Selanjutnya kelompok masyarakat di Banjar Tegal Desa Kubutambahan diberikan pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluraga (TOGA). Tahapan berikutnya adalah upaya dalam Pembuatan Jamu instant di sertai dalam pengawasan penggunaan jamu instant terhadap warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga yang sudah ada untuk dijadikan sebagai basis ekonomi dan peningkatan kualitas hidup.
PENYULUHAN TENTANG PENYALAGUNAAN OBAT (NARKOBA) DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.2

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap penyalagunaan obat. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga kampus. Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan dengan menyadari penyalagunaan obat dapat membahayakan kesehatan jiwa dan rohani, serta memberikan langkah-langkah dalam pencegahan terjadinya penyalagunaan obat (narkoba) dikalangan masyarakat, sehingga dapat peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
PENGENALAN PROFESI APOTEKER DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Lestari Nugrahini; Iyan Hardiana; Ni Putu Leony Ratna Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.3

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengenalkan profesi apoteker kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Pengenalan ilmu kefarmasian dapat diberikan melalui beberapa cara, melalui pendekatan dengan masyarakat. Pemberian informasi kepada masyarakat sangatlah mudah, bisa dilakukan dengan cara memperkenalkan bentuk sediaan obat, dengan menggunakan metode menarik yang membuat mereka tidak bosan, memberikan mereka waktu untuk dapat merasakan bagaimana menjadi seorang Apoteker merupakan salah satu cara untuk dapat memperkenalkan profesi Apoteker kepada masyarakat pada umumnya. Farmasi merupakan suatu ilmu yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari – hari, mulai kita bangun tidur sampai mau tidur lagi kita selalu bersentuhan dengan sediaan – sediaan farmasi itu sendiri.
PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI KAMPUS 2 STIKES BULELENG Luh Putu Desy Puspaningrat; I Gusti Ngurah Putu Candra; Gede Ivan Kresnayana; Ni Putu Leony Ratna Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.4

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap pemenuhan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan akan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Kampus STIKes Buleleng. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga kampus. Selanjutnya kelompok masyarakat di kampus STIKes BUleleng diberikan pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluraga (TOGA) terhadap warga kampus 2 STIKes Buleleng. Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga kampus dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang sudah disiapkan oleh pihak kampus untuk dijadikan sebagai basis ekonomi dan peningkatan kualitas hidup.
UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA MASYARAKAT DESA PASIR GOMBONG CIKARANG UTARA: Nadia Sagita; Rizki Triharto; Marselina; Nova Gabriella; Nuruz Zakia; Nabila Rizqa; Ziqri Hidayat; Nining Soleha; Putri Dwi; Rosiana; Ike Maya Permanasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.5

Abstract

Angka kejadian penyakit tidak menular terus meningkat di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI (2019) menunjukkan proporsi penyakit tidak menular mencapai 69,91%. Tujuannya agar mengatahui dan memahami risiko-risiko penyakit diabetes,Penyuluhan pencegahan gejala diabetes mellitus melalui metode presentasi (penyampaian materi) menggunakan leaflet. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa beberapa ibu yang menyekolahkan anaknya dan guru di SDN Pasir Gombong 04 belum sepenuhnya memahami cara pencegahan penyakit diabetes. Diabetes Melitus pada 30 orang responden. Untuk hasil Pre Test didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat yaitu kategori kurang 8 orang (26,67%), kategori cukup 17 orang (56,67%), kategori baik 5 orang (16,67%). post test setelah dilakukan edukasi mengenai bagaimana cara pencegahan diabetes melitus, didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat, yaitu untuk kategori kurang 1 orang (3,33%), kategori baik 2 orang (6,67%), dan kategori baik 27 orang (90,00%).
PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KEPADA WARGA KAMPUNG SEMPU RT 004/RW 004 CIKARANG, BEKASI. Lita Hasni Fatna Suri; salma Hilmy Rusydi Hashim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.6

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang ditanam diperkarangan rumah. Pemanfaatan TOGA merupakan upaya pencegahan penyakit dan digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Tujuan dilakukannya kegiatan untuk meningkatkan pemahaman pemanfaatan TOGA dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di Kp. Sempu Rt 04/Rw 04 Desa Pasir Gombong. Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Program ini dilakukan secara observatif dan kegiatan dilakukan selama satu bulan, mahasiswa KKN Universitas Medika Suherman melakukan penyuluhan tanaman obat keluarga (TOGA) Rebusan Akar Manis (Glycyrrhiza glabra Linn) sebagai obat batuk, Daun Kencur (Kaempferia Galanga) sebagai obat sakit kepala sebelah, Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai penurun tekanan darah tinggi, Infuse Water Jahe (Zingiber Officinale) sebagai obat pegal-pegal, Ramuan Daun Sirih (Piper Betle Linn) sebagai obat sakit tenggorokan dan Ramuan Jahe (Zingiber officinale) sebagai obat masuk angin. Hasil menunjukkan penilaian umum masyarakat tentang TOGA semakin meningkat setelah di lakukan kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif kepada masyarakat untuk mulai memahami dan mencegah penyakit dengan tanaman obat keluarga.
PEMANFAATAN DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENURUNAN KADAR GULA DARAH Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Sri Dewi Megayanti; Kadek Buja Harditya; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.7

Abstract

Pengendalian kadar gula darah masih menjadi permasalahan seperti rendahnya kepatuhan penderita untuk melakukan pengobatan rutin serta gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu cara untuk mengendalikan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan cara tradisional menggunakan bahan alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan yaitu daun pegagan (Centella asiatica (L.) urban) yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa berkhasiat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait pengendalian kadar gula darah, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan lahan pembudidayaan tanaman pegagan sebagai upaya preventif mengendalikan kadar gula darah. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan melalui focus group discussion serta penyuluhan pada masyarakat di Desa Renon, Denpasar Selatan. Hasil kegiatan menunjukan edukasi yang dilakukan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pegagan sebagai upaya preventif dalam mengendalikan kadar gula darah. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam usaha pengendalian angka kejadian hiperglikemia. Sangat penting dilakukan pemberdayaan masyarakat sebagai kader pemantau dalam mengendalikan hiperglikemia serta menyebarkan informasi pemanfaatan bahan alam sebagai upaya preventif menurunkan prevalensi hiperglikemia.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA DI KOMUNITAS TENTANG RESIKO PERSALINAN PADA IBU BERUSIA KURANG DARI 20 TAHUN DI DESA SILANGJANA Agus Ari Pratama; Ketut Eka Larasati Wardana; Luh Yenny Armayanti; Kadek Agustina Puspa Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.8

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dengan usia kurang dari 20 tahun menjadi masalah penting karena termasuk golongan risiko tinggi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi maternal selama kehamilan dan persalinan, juga pada perinatal. Dari studi pendahuluan diperoleh angka kejadian ibu bersalin berusia kurang dari 20 tahun di RSUD Kabupaten Buleleng tahun 2022 sebesar 7,3%. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan pada remaja tentang persalinan pada ibu berusia kurang dari 20 tahun di Desa Silangjana. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilakukan di Desa Silangjana. Metode: Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang remaja dimana mereka diberikan edukasi/penyuluhan terkait hal tersebut. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, responden diminta untuk mengisi pretest dan posttest yang terdiri dari 25 pertanyaan yang berkaitan dengan resiko persalinan pada usia kurang dari 20 tahun. HasilHasil analisis pengetahuan remaja sebelum diberikan penyuluhan/edukasi adalah 50,40±11,3. Setelah diberikan penyuluhan, rerata pengetahuan remaja menjadi 76,00±10,1. Simpulan: Bahwa terjadi peningkatan pemahaman remaja yang signifikan mengenai pentingnya mengetahui resiko persalinan pada usia kurang dari 20 tahun.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KECAMATAN SUKAWANGI KABUPATEN BEKASI Masita Sari Dewi; Delia Safitri; Bella Febriana; Diana Putri; Nisa Rahma; Rizqi Novita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.10

Abstract

Cakupan pelayanan kesehatan penderita hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di Jawa Barat tahun 2022 sebesar 13,59 %. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur > 18 tahun sebesar 39,6 mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas Tahun 2013 yaitu sebesar 29,4. Kabupaten /kota dengan cakupan pelayanan kesehatan penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Sukabumi (63,27%), Kabupaten Pangandaran (55,33%), dan Kota Depok (37,08%). Sedangkan cakupan terendah berada di Kabupaten Tasikmalaya (0,82%).Hipertensi merupakan penyakit peningkatan tekanan darah diatas nilai normal. Salah satu faktor paling penting penyebab hipertensi adalah usia dan pengetahuan masyarakat yang dapat dicegah melalui pemberian edukasi terhadap masyaraka. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Sukabudi Kecamatan sukawangi, terkait pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui upaya penyuluhan dan pembagian leaflet yang berisi informasi tentang pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Secara garis besar pelaksanaan kegiatan penyuluhan dapat dikategorikan sukses dan berjalan dengan baik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil seluruh sasaran penyuluhan (100%) yang berjumlah 33 peserta yang terdiri dari 29 perempuan, 2 laki-laki dan 2 peserta remaja. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan dan pembagian leaflet. Harapannya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan bagi masyarakat sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi dikemudian hari.
SOSIALISASI BAHAYA ROKOK DIKALANGAN REMAJA DENGAN GERAKAN SISWA BEBAS ASAP ROKOK Masita Sari Dewi; Wulan Fajar; Desi Rihfa Fauziah; Annisa Adillah; Novita Nurpadilah; Salsa Agustin; Nuzul Gyanata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.11

Abstract

Latar belakang : Kebiasaan merokok sudah menjadi masalah kesehatan utama yang terjadi di berbagai negara. Secara global, jumlah perokok di seluruh dunia mencapai 1,3 milyar orang dengan 942 juta laki-laki dan 175 juta perempuan yang berusia 15 tahun lebih. Tujuan: Untuk memberikan edukasi serta meningkatkan pengetahuan kepada para siswa SMK Garuda Nusantara terkait dengan bahaya dari asap rokok dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Metode: Edukasi dilakukan dengan cara penyampaian langsung kepada responden dengan alat peraga yang digunakan yaitu power point presentation. Kegiatan dilaksanakan selama 120 menit, terdiri dari 5 menit pretest, 80 menit penyampaian materi dan sesi tanya jawab, dan kemudian diakhiri dengan posttest selama 5 menit. Hasil: Berdasarkan hasil pretest (67,75%) dan posttest (74,19%) terdapat peningkatan pengetahun yang cukup baik bahwa hampir semua siswa yang mengikuti penyuluhan dapat menerima pengetahuan dengan baik setelah diberi edukasi. Kesimpulan: Pengetahuan peserta mengenai bahaya merokok meningkat setelah dilakukan edukasi bebas asap rokok.