Abdul Rozak
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KEAMANAN KOSMETIK TERHADAP SISWA SMKN 2 CIKARANG BARAT MELALUI EDUKASI PADA PERINGATAN WORLD PHARMACIST DAY Masita Sari Dewi; Abdul Rozak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.74

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan paparan media digital, namun risiko penggunaan produk ilegal atau mengandung bahan berbahaya masih tinggi. Kurangnya literasi mengenai keamanan kosmetik menyebabkan remaja rentan terhadap efek samping seperti iritasi, alergi, hingga paparan bahan toksik seperti merkuri dan hidrokuinon. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka World Pharmacy Day (WPD) 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMKN 2 Cikarang Barat mengenai cara memilih dan menggunakan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang dipadukan dengan edukasi langsung mengenai pengecekan izin edar, pembacaan label, identifikasi kandungan berbahaya, dan penggunaan aplikasi Cek Klik BPOM. Kegiatan melibatkan 300 peserta serta apoteker dari IAI Kabupaten Bekasi sebagai fasilitator kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi kosmetik legal dan ilegal, memahami risiko bahan berbahaya, serta menerapkan langkah-langkah pengecekan keamanan produk. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam memilih kosmetik sesuai regulasi dan kebutuhan remaja. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan perilaku preventif terhadap penggunaan kosmetik berisiko, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran apoteker dalam memberikan informasi kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam pembentukan konsumen muda yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam penggunaan produk kosmetik.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT SAAT PUASA KEPADA MASYARAKAT DESA KARANG ASIH CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Zahra Maheswari Nissa; Abdul Rozak; Awanda Pramudita Okhanza; Annisa Esabita Afriyani; Carina Yulia Putri; Galih Muhamad Faqih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.84

Abstract

Perubahan pola makan selama bulan Ramadan sering mempengaruhi cara penggunaan obat di masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menjalani terapi pengobatan. Kurangnya pemahaman mengenai pengaturan waktu konsumsi obat saat puasa dapat menyebabkan ketidaktepatan penggunaan obat, bahkan berpotensi menurunkan efektivitas terapi yang sedang dijalani. Kondisi ini masih cukup sering ditemukan di masyarakat, sehingga diperlukan upaya edukasi yang tepat dan mudah dipahami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan sesuai selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat Desa Karang Asih dengan melibatkan 30 responden. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan. Materi yang disampaikan mencakup penyesuaian jadwal minum obat berdasarkan frekuensi penggunaan, pentingnya menjaga kepatuhan terapi, serta anjuran untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan penggunaan obat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 5,07 menjadi 8,37 pada post-test. Analisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai p < 0,0001, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah edukasi. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat saat puasa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan terapi secara optimal tanpa mengganggu ibadah, serta mendorong penggunaan obat yang lebih bijak dan rasional.
Hubungan Pemberian Informasi Obat dengan Pemahaman dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani Sinta Bella; Abdul Rozak; Ulyati Ulfah; Masita Sari Dewi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2508

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan  menggunakan kuesioner skala Guttman dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 71,2% responden memperoleh pemberian informasi obat kategori baik, 84,6% memiliki tingkat pemahaman baik, dan 55,8% memiliki kepatuhan rendah. Terdapat hubungan bermakna dengan tingkat pemahaman (p = 0,011), tetapi tidak dengan kepatuhan penggunaan obat (p = 0,682).
Hubungan Rasionalitas dan Lama Rawat Inap Pada Pasien Gastroenteritis Akut di Rumah Sakit Kabupaten Bekasi Elda Novriyanti; Nirmala Manik; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2514

Abstract

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan  dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap pada pasien gastroenteritis akut.
Pengaruh Kerasionalan Terapi Antihipertensi dan Kepatuhan dengan Risiko Kardiovaskular Pasien Hipertensi Rumah Sakit Tipe B Rini Afifah Puspitawati; Marselina; Masita Sari Dewi; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2563

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendaliannya dipengaruhi oleh kerasionalan terapi dan kepatuhan pasien dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 46 pasien hipertensi peserta BPJS dan dipilih secara purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai dari rekam medis berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, dan tepat dosis. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan kalkulator risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil menunjukkan 30 responden (65,2%) memperoleh terapi rasional, 22 responden (47,8%) memiliki kepatuhan sedang, dan 15 responden (32,6%) berada pada risiko kardiovaskular rendah. Terdapat pengaruh signifikan antara kerasionalan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular (p=0,036), sedangkan kepatuhan terapi tidak terdapat pengaruh signifikan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular (p=0,796). Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi memerlukan penggunaan obat yang rasional dan kepatuhan pasien.
Perbandingan Tren Penjualan dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Preferensi Antihistamin Generasi Pertama dan Generasi Kedua pada Konsumen Apotek Komunitas Friska Amalia; Sri Rachmi Firdausi; Ulyati Ulfah; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2577

Abstract

Penyakit alergi merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai di masyarakat sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan membandingkan tren penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta menganalisis hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat dengan preferensi konsumen dalam memilih antihistamin di sebuah apotek komunitas di Kabupaten Bekasi. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross-sectional dengan 64 konsumen pembeli antihistamin selama periode 18 Juni-7 Juli 2026 sebagai sampel, yang dipilih melalui purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,703), sedangkan data sekunder berupa catatan penjualan obat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Fisher's Exact Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) berbanding 24 strip (28,9%), dengan cetirizine sebagai produk terlaris (32 strip). Sebanyak 76,6% konsumen memilih antihistamin generasi kedua. Analisis bivariat menunjukkan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p=0,001), sedangkan harga, efektivitas, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Antihistamin generasi kedua lebih banyak terjual dan dipilih konsumen, dengan efek samping sebagai satu-satunya faktor yang berhubungan bermakna terhadap pemilihan tersebut. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi apotek dalam perencanaan pengadaan dan pengelolaan persediaan antihistamin.