Lingkungan PAUD Telkom Singaraja masih menghadapi tantangan dalam perkembangan sosial anak akibat belum optimalnya stimulasi interaksi antar teman sebaya pada kelompok bermain usia 3-4 tahun. Laporan Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa gangguan perkembangan sosial pada anak prasekolah di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 69,9%. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan bahwa dari 10 anak kelompok bermain, sebagian menunjukkan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama yang belum optimal. Program ini dirancang untuk menstimulasi perkembangan sosial anak melalui intervensi terapi bermain puzzle secara berkelompok. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi kepada guru, observasi awal (pre-test), pelaksanaan intervensi, pendampingan, evaluasi (post-test), dan tindak lanjut berkelanjutan. Fokus utama program meliputi kemampuan anak dalam berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi, dan mematuhi aturan sederhana. Hasilnya, program ini berhasil menurunkan kategori perkembangan kurang, yakni dari 20% menjadi 0%, serta meningkatkan kategori baik, yakni dari 50% menjadi 80%. Anak-anak di PAUD Telkom Singaraja kini menunjukkan peningkatan keterampilan sosial yang lebih baik, dan guru dapat melanjutkan program stimulasi bermain ini secara mandiri serta berkelanjutan.
Copyrights © 2026