Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas protokol latihan kinestetik terintegrasi dalam mengoptimalkan performa sepak bola melalui peningkatan kapasitas eksplosif, koordinasi neuromuskular, kontrol postural, dan keterampilan teknis secara simultan. Desain randomized controlled trial melibatkan 24 pemain sepak bola semi-profesional (18-25 tahun) di Lapangan Sinjai Bersatu, Sinjai, Indonesia (Januari-Maret 2025). Subjek dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=12) yang menjalani latihan kinestetik terintegrasi dan kelompok kontrol (n=12) dengan program konvensional selama 8 minggu. Protokol terintegrasi mengadaptasi prinsip deep jump exercises vertikal-horizontal dengan komponen plyometrik, proprioseptif, koordinatif, dan kognitif. Variabel yang diukur meliputi kapasitas eksplosif (sprint 30m, vertical jump), variabel kinetik (kelincahan, change of direction), keterampilan teknis (ball juggling, shooting accuracy), dan kontrol postural (single-leg stance, Y-balance test). Analisis mixed 2×2 ANOVA menunjukkan efek interaksi signifikan pada mayoritas variabel (p < 0.001, η²p = 0.59-0.84). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan superior dibanding kontrol dalam sprint 30m (8.7% vs 3.1%), vertical jump (37.3% vs 8.5%), kelincahan Illinois (15.5% vs 3.6%), dan ball juggling (69.2% vs 18.2%). Latihan kinestetik terintegrasi terbukti secara signifikan lebih efektif mengoptimalkan performa sepak bola holistik dibanding metode konvensional melalui sinergi adaptasi neuromuskular dan transfer training effects optimal.
Copyrights © 2025