Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif utama pada tanaman jagung yang mampu menyebabkan kerusakan daun, titik tumbuh, hingga kehilangan hasil produksi dalam intensitas tinggi. Pengendalian hama ini di lapangan masih didominasi oleh penggunaan insektisida sintetis yang berpotensi menimbulkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta gangguan terhadap organisme non-target. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas parasitoid telur Telenomus remussebagai agen pengendali hayati terhadap S. frugiperda pada budidaya tanaman jagung berdasarkan hasil penelitian terkini. Metode penelitian menggunakan systematic literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa T. remus memiliki kemampuan parasitisasi tinggi terhadap telur S. frugiperda, dengan tingkat parasitasi mencapai 67,5% di Gorontalo, 70,99% di Bogor, dan 71,97% di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada penelitian di Brasil dan Tiongkok, parasitoid ini juga dilaporkan mampu menekan populasi telur S. frugiperda lebih dari 70% melalui pelepasan massal di lapangan maupun pengujian laboratorium. Tingginya efektivitas T. remus dipengaruhi oleh kemampuan parasitoid dalam menemukan telur inang, memarasit telur berlapis yang tertutup sisik, serta menyerang telur pada fase awal perkembangan. Selain itu, T. remus dapat diproduksi secara massal dan dikombinasikan dengan jamur entomopatogen dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dengan demikian, T. remus berpotensi menjadi agen pengendali hayati yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam pengendalian S. frugiperda pada tanaman jagung.
Copyrights © 2026