Kacang hijau merupakan tanaman pangan penting sebagai penghasil protein. Salah satu sentra produksi kacang hijau di Nusa Tenggara Timur yaitu kabupaten Sabu Raijua, sebagai penghasil kacang hijau berbiji hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi yang tepat, jenis pupuk cair yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap komponen hasil kacang hijau varietas local Sabu. Penelitian telah dilakukan dari bulan Maret - Oktober 2020, di kebun praktek Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan perlakuan populasi Tanaman (P), terdiri dari 3 level yaitu populasi tanaman 250.000/ha (P1), populasi tanaman 200.000/ha (P2) dan populasi tanaman 166.666/ha (P3) dan Perlakuan Jenis Pupuk Cair (PC) terdiri dari 4 level yaitu Tanpa pupuk cair (PC1) (Pupuk NPK Plus), Pupuk Nasa (PC2), Pupuk Green Tonik (PC3) dan pupuk ABG (PC4). Perlakuan di tempatkan secara secara acak. Variabel pengamatan adalah jumlah polong, , bobot 1000 butir biji (gr), hasil biji/tanaman (gr) dan hasil biji/peta percobaan (gr). Analisis data menggunakan analisis Varians dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian adalah varietas kacang hijau lokal Sabu yang ditanam dengan populasi 166.666 tanaman/ha dan pupuk cair Nasa, green tonik dan ABG memberikan jumlah polong tertinggi. Produksi biji pertanaman tertinggi pada populasi tanaman 1666.666 dan pupuk ABG, Nasa dan NPK serta produksi biji perpetak tertinggi pada populasi 166.666 dan 250.000 tanaman/ha. Berat 1000 biji tidak dipengaruhi oleh populasi tanaman dan pupuk cair yang digunakan
Copyrights © 2025