Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling sebaya dalam meningkatkan empati remaja. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat peningkatan empati remaja setelah diberikan intervensi konseling sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode single subject research dan desain A-B-A. Data dikumpulkan menggunakan skala adaptasi Interpersonal Reactivity Index yang dikembangkan oleh Davis (1980), yang telah dimodifikasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Subjek penelitian terdiri atas satu konseli remaja yang diukur tingkat empatinya secara berulang pada setiap fase penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis visual dengan memperhatikan perubahan level empati antar fase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor empati dari fase baseline pertama (A1) ke fase intervensi (B), yaitu dari skor 29 dengan kategori sedang menjadi skor 50 dengan kategori tinggi. Pada fase baseline kedua (A2), skor empati tetap berada pada kategori tinggi dengan skor 46. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling sebaya efektif dalam meningkatkan empati pada subjek penelitian.
Copyrights © 2026