Higher education curriculum development faces the challenge of balancing moral character formation with practical skills development relevant to workplace needs. This study aims to analyze the characteristics of idealism and realism and evaluate their integration in higher education curriculum development. This study employed a qualitative approach with a systematic literature review of 11 scientific articles relevant to the topic under discussion. Data were analyzed using thematic, comparative, and conceptual synthesis analyses to identify similarities, differences, and relationships between the two philosophical approaches. The results indicate that idealism shapes moral character, integrity, and reflective ability, while realism fosters practical skills, empirical experience, and professional readiness. The integration of both approaches yields a curriculum framework that balances normative and applied dimensions, thereby supporting the formation of competent and ethical graduates. This study concludes that the synthesis of idealism and realism provides a relevant conceptual foundation for the development of an adaptive, contextual higher education curriculum. These findings provide implications for curriculum developers in designing learning programs that systematically integrate character formation and practical competency development. Abstrak Pengembangan kurikulum pendidikan tinggi menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pembentukan karakter moral dan penguatan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pendekatan idealisme dan realisme serta mengevaluasi integrasi keduanya dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, komparatif, dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan hubungan antara kedua pendekatan filosofis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idealisme berperan dalam membentuk karakter moral, integritas, dan kemampuan reflektif, sedangkan realisme berkontribusi pada pengembangan keterampilan praktis, pengalaman empiris, dan kesiapan profesional. Integrasi kedua pendekatan menghasilkan kerangka kurikulum yang seimbang antara dimensi normatif dan aplikatif, sehingga mendukung pembentukan lulusan yang kompeten dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis idealisme dan realisme merupakan landasan konseptual yang relevan untuk pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang adaptif dan kontekstual. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembang kurikulum untuk merancang program pembelajaran yang secara sistematis mengintegrasikan pembentukan karakter dan penguatan kompetensi praktis. Kata Kunci: filsafat pendidikan; idealisme; pendidikan tinggi; pengembangan kurikulum; realisme
Copyrights © 2026