Jurnal Akta Trimedika
Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026

BAYI DENGAN ATRESIA PULMONAL, VERTICAL DUCT, SINGLE ATRIUM, DAN SINGLE VENTRICLE

Tamara Ramadhan Suharto (RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid)
Tri Yanti Rahayuningsih (RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Bekasi, Indonesia)



Article Info

Publish Date
14 Jul 2026

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung bawaan sianotik kompleks dengan fisiologi single ventricle yaitu kondisi yang jarang dan berisiko tinggi pada bayi. Pada atresia pulmonal, aliran darah menuju paru dapat bergantung pada duktus arteriosus atau sumber aliran sistemik-pulmonal lainnya, yang dikenal sebagai duct-dependent pulmonary circulation. Kondisi ini penting dikenali karena penurunan aliran pulmonal dapat menyebabkan hipoksemia berat. Presentasi kasus: Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan datang ke IGD RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dengan keluhan tampak kebiruan terutama setelah menyusu. Saat datang, pasien tampak aktif dengan saturasi oksigen perifer 80% menggunakan suplementasi oksigen melalui kanula nasal 2 L/menit. Berat badan pasien 5,1 kg dan panjang badan 59 cm. Pada pemeriksaan fisik tampak sianosis pada dasar kuku , bibir dan lidah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin sebesar 16,5 g/dL, sedangkan foto toraks tampak corakan bronkovaskular paru menurun ( Oligemic Lung ), Apex paru terangkat. Ekokardiografi menunjukkan atresia pulmonal, single atrium, single ventricle, dan vertical duct berukuran 2,5 mm. Diskusi: Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan adanya vertical duct berukuran 2,5 mm berperan sebagai sumber utama aliran darah pulmonal pada pasien dengan atresia pulmonal. Temuan ini mendukung diagnosis duct-dependent pulmonary circulation. Peningkatan kadar hemoglobin kemungkinan merupakan respons kompensasi terhadap hipoksemia kronis akibat penyakit jantung bawaan sianotik kompleks. Mengingat pasien memiliki anatomi single ventricle, tata laksana definitif yang direncanakan prosedur Fontan dengan sebelumnya menjalani operasi bidirectional cavopulmonary shunt (BCPS) karena koreksi biventrikular umumnya tidak memungkinkan pada pasien dengan satu ventrikel fungsional. Kesimpulan: Sianosis setelah menyusu pada bayi perlu dicurigai sebagai manifestasi penyakit jantung bawaan sianotik kompleks, terutama bila disertai saturasi oksigen rendah yang menetap meskipun telah diberikan suplementasi oksigen. Ekokardiografi berperan penting dalam menentukan anatomi jantung, fisiologi sirkulasi, dan rencana tata laksana. Pada kasus ini, vertical duct menjadi sumber utama aliran darah pulmonal, dengan tata laksana definitif yang direncanakan prosedur Fontan dengan sebelumnya menjalani operasi bidirectional cavopulmonary shunt (BCPS) karena koreksi biventrikular umumnya tidak memungkinkan pada pasien dengan satu ventrikel fungsional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

aktatrimedika

Publisher

Subject

Description

Jurnal Akta Trimedika adalah jurnal kedokteran melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) dengan akses terbuka secara online sebagai salah satu jurnal ilmiah resmi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang terbit setahun empat kali (Bulan Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal ini berfokus ...