Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi toleransi beragama dalam lirik lagu “Hagia” karya Barasuara menggunakan pendekatan Semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kritis, berfokus pada tiga tingkatan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menggambarkan secara objektif aktivitas spiritual, ibadah, rutinitas keagamaan, dan tindakan saling mengampuni dalam kehidupan manusia. Pada tingkat konotasi, terdapat simbol verbal inklusif dan strategi hibriditas budaya, di mana Barasuara menggabungkan diksi spiritual umum dengan potongan doa sakral lintas iman (Doa Bapa Kami) untuk meruntuhkan sekat perbedaan dan menegaskan kesetaraan manusia. Sementara pada tingkat mitos, toleransi dikonstruksikan sebagai kebutuhan sosial yang mendesak dalam masyarakat majemuk. Lagu ini membangun pandangan baru bahwa nilai kemanusiaan adalah dasar beragama yang paling universal, dan bukti iman yang paling nyata adalah keberanian untuk saling mengampuni. Kesimpulannya, lirik lagu “Hagia” bukan sekadar curahan hati pribadi musisinya, melainkan sebuah ajakan untuk membangun kesadaran baru tentang toleransi aktif yang melampaui batasan dogmatis institusi keagamaan formal. Kata Kunci: Barasuara, Lirik Lagu, Semiotika Roland Barthes, Toleransi Beragama
Copyrights © 2026